Whisnu Sakti Buana. foto: thepresidentpost.com
Terpisah, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Didik Prasetyono mengapresiasi besarnya dukungan warga Jakarta kepada Tri Rismaharini untuk maju dalam Pilgub DKI Jakarta, 2017. Ia mengaku bangga, jika Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini diinginkan warga DKI untuk maju pada Pilgub.
Menurutnya, DKI Jakarta merupakan ibu kota negara yang levelnya jauh lebih tinggi dari Surabaya. Namun, Didik mengungkapkan, bahwa Risma tak berambisi untuk mengikuti Pilgub DKI. Selama ini, menurutnya mantan Kepala Badan Perencanaan dan pembangunan kota (Bappeko) masih sibuk dengan pekerjaannya selaku wali kota, karena terikat dengan janjinya. “Makanya, kadang kalau ditanya beliau enggan menjawab,” tuturnya.
Sementara itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bisa menjadi lawan seimbang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilgub DKI Jakarta 2017. Menurut dia, selama ini jika membicarakan sudut pandang survei atau popularitas memang diakui belum ada yang menimbangi Ahok.
“Bagus kalau Risma maju, ada alternatif dan lebih seimbang. Jika Risma resmi menjadi calon Gubernur DKI Jakarta itu dan dipompa dalam sebulan dua bulan, maka akan kuat dan bisa imbang dengan Ahok,” katanya di Surabaya kemarin.
Pria asli Madura ini mengatakan hasil survei yang kredibel menyebutkan 30 persen pemilih apapun alasan dan resikonya akan tetap memilih Ahok, sedangkan 35 persen apapun tidak memilih Ahok.
“Jika Risma memperebutkan 35 persen itu akan punya peluang. Tapi paling tidak seimbang sehingga demokrasi akan hidup,” jelasnya. (lan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




