LEICESTER, BANGSAONLINE.com ā Seorang remaja berusia 16 tahun, kepergok memerkosa anak kuda liar, di kawasan cagar alam Aylestone Meadows, di Leicester.
Dua wanita yang memergoki aksi tak senonoh ini menyeritakan, tangan saatu remaja ini mengangkat ekor anak kuda jenis kelamin betina ini, lalu melakukan aksi pencabulan. Peristiwa ini, terjadi pada 5 Juni 2014.
Begitu dipergoki dan diteriaki, ABG ini kaget, dan segera kabur dengan sepeda pancalnya.
Kejadian ini dilaporkan polisi. Polisi pun serius mengusutnya. Polisi mengambil cairan yang ada pada anak kuda ini, dan menyocokkan dengan DNA anak muda ini. Untungnya tidak cocok.
Meski begitu, si ABG tetap ditangkap pada Maret, karena dicurigai untuk peristiwa yang tak ada kaitannya dengan memerkosa anak kuda.
Dia memang mengakui, sambil tertunduk malu, bahwa telah memerkosa anak kuda.
Meski begitu, dia terselamatkan dari penjara, tapi diwajibkan masuk ke dalam komunitas Leicester Crown Court selama 18 bulan.
ABG dari Braunstone, Leicester yang namanya dirahasiakan ini, diklaim mempunuyai keterbatasan mental dan terisolir. Namun, sang pembela, Matthew Hardyman, mengatakan kepada hakim: "Dia memiliki struktur keluarga yang stabil di rumah dan dukungan dari keluarganya."
September ini, sang ABG akan menjalani kewajibannya.




