Tafsir Al-Nahl 90: Jangan Membantu Syetan dengan Mengabadikan Salat Buruk

Itulah, maka penulis terus-menerus heran, kenapa ada orang yang terus-menerus dan sengaja mengabadikan amal buruk. Seperti shalat tarawih super cepat, janganlah mencari dalil minimal, qaul rendahan, pendapat murahan yang menyebabkan kita terus terpuruk dalam ibadah buruk.

Hanya orang yang beriman saja yang mampu melakukan ibadah terbaik, shalat berkualitas, sedangkan orang munafik juga mengerjakan shalat, ya shalat, tapi malas dan ingin cepat selesai, tidak kerasan di depan Tuhan. Jika anda pelaku shalat super cepat, tidak usah tanya Tuhan, tidak usah tanya Nabi, tidak usah tanya para shahabat, tidak usaha tanya para imam-imam mutjahid, tidak usah tanya orang-orang shalih, tapi tanyalah diri anda sendiri dan biarkan hati nurani anda yang menajawab sejujur mungkin. Apakah shalat super cepat macam itu baik atau buruk?. Jawaban anda menentukan kualitas keimanan anda.

Untuk itu keheranan penulis tidak habis setelah mengetahui pelaku shalat cepat membela diri dengan pendapat fiqih yang kualitasnya rendahan dan tidak unggul. Sehingga seolah membenarkan dan sengaja melestarikan tanpa usaha memperbaiki, apalagi meningkatkan.

Ya, ternyata benar, orang yang berfikih murni tanpa tasawwuf itu berpotensi menjadi fasiq, buruk amal dan tidak suka ibadah. Karena tafsir ini membawa misi beragama berkualitas, maka arah pesannya juga diusahalan sekualitas mungkin. Sarannya seperti ini :


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: