Kapolesk Prambon, AKP Satuji menuturkan kronologis kejadian maut tersebut. Menurutnya, saat korban (Juari) membuka warkop sekitar pukul 06.00 WIB kondisi masih sepi dan di depan warkop tersangka belum ada.
Setelah korban bersih-bersih menyapu warkop yang merupakan miliknya sendiri, tiba-tiba pelaku muncul dan langsung duduk di depan warkop miliknya.
''Tiba-tiba tersaangka Yanto alias Toye langsung menghampiri Pak Juari dengan membawa pisau dapur kemudian langsung menusuk perut, dada, punggung, pelipis dan tangan kiri hingga jari kelingking putus dan meninggal seketika,'' tutur AKP Satuji.
Setelah korban tersungkur bersimbah darah, ada pengendera sepeda motor yang melintas dan melihat korban telah dibantai oleh tersangka Yanto.










