Presiden Jokowi Diminta Tak Terkecoh Rekomendasi Panja Gula

Presiden Jokowi Diminta Tak Terkecoh Rekomendasi Panja Gula ilustrasi

Sinyalemen tersebut diketahui dengan cara mengadu domba antara petani tebu dan pabrik gula putih kristal dengan industri gula rafinasi. Caranya dengan mengunakan usaha makanan dan minuman fiktif untuk membeli gula dari industri rafinasi. Kemudian gula rafinasi tersebut dijual kembali atau dirembeskan ke pasar-pasar dengan harga yang sangat murah bila dibandingkan gula pasir tebu,

“Hal ini terbukti dengan temuan investigasi tim pencari fakta di Cimahi, Purwokerto, Banjarnegara, Gunung Kidul, Surabaya, Garut, Tasikmalaya, Bogor, Bekasi, Depok,“ ujar Bin Firman Tresnadi.

Sementara itu hasil investigasi IDM ke pedagang pasar di kota-kota yang terjadi rembesan gula rafinasi, mayoritas pedagang mengakui membeli gula rafinasi yang dikemas dalam karung tanpa merk dari mobil yang berkeliling.

“Hal ini tentu sangat merugikan industri gula rafinasi nasional. Dengan begitu Industri Gula rafinasi nasional akan dituduh menjual gula rafinasi langsung ke pasar dan dijadikan sebagai musuh bersama petani tebu," tandasnya.

Pria yang juga aktif sebagai pengurus Organisasi Petani tingkat nasional ini menyatakan ada langkah operasi kontra intelejen oleh mafia import gula putih dan para peyelundup gula putih Kristal untuk menghancurkan industri gula rafinasi yang masih sangat diperlukan untuk memasok Industri makanan dan minuman.

"Ada upaya besar dari para mafia import gula putih yang terkenal dengan sebutan tujuh samurai gula yang sudah dicabut Izinnya saat pemerintahan SBY- Budiono. Akibat ulah tujuh samurai, importir gula putih kristal saat itu, selalu meyebabkan harga gula tinggi dan terjadi inflasi pangan,“ pungkasnya. (mdr)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO