Namun di balik sukses dan gegap gempita itu ada satu hal yang lepas dari pantauan pers atau media massa, yaitu “kemesraan politik” antara Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dengan Gubernur Jawa Timur Dr H Soekarwo yang akrab dipanggil Pakde Karwo.
“Kemesraan politik” dua tokoh ini tampak dari “komunikasi politik” mereka di atas panggung saat menyampaikan sambutan. Apalagi dalam Harlah ke-70 Muslimat NU itu tempat duduk mereka berdampingan. Menteri Sosial (Mensos) RI ini bahkan duduk diapit Presiden Jokowi (sebelah kiri) dan Pakde Karwo (sebelah kanan).
Ketika memberi sambutan, Khofifah sempat mengabsen para ketua PW Muslimat NU. Semula Khofifah menyebut PW Muslimat NU di luar Jawa yang disambut dari masing-masing daerah. Namun ketika menyebut PW Muslimat NU Jawa Timur para ibu-ibu muslimat NU langsung riuh. Jokowi dan Pakde Karwo tampak tertawa dan manthuk-manthuk.
Apalagi jumlah ibu-ibu Muslimat NU Jawa Timur paling besar bahkan memenuhi lapangan Gajayana terutama di depan dan arah kanan serta kiri panggung berada persis di hadapan Presiden Jokowi dan Pakde Karwo. Mereka secara gegap gempita bersorak dan tepuk tangan mengisyaratkan bahwa Khofifah adalah pemimpin mereka.










