JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Tersangka Jessica Kumala Wongso sempat dicecar oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Krishna Murti mengenai kematian Wayan Mirna Salihin usai minum Es Kopi Vietnam. Hal ini dikatakan oleh kuasa hukum Jessica, Yudi Wibowo.
Menurut Yudi, kliennya saat ini tertekan lantaran kerap dipaksa Krishna sebagai pembunuh Mirna. "Sampai dibawa ke ruang kerja Krishna. Suruh ngaku. Diperiksa suruh ngaku. Ada saksinya," kata Yudi saat dihubungi, Jakarta, Senin, (1/2).
Selain itu, kata Yudi, kliennya sempat dijanjikan oleh Krishna mengenai keringanan hukuman bila mengakui pembunuhan tersebut. "Kalau ngaku hukumannya ringan. Kalau tidak mengaku hukumannya berat, 20 tahun atau hukuman mati bilang gitu," katanya.
Yudi menyayangkan apa yang telah dilakukan oleh Kombes Krishna. Menurutnya, dengan cara tersebut maka siapa bisa jadi tersangka.
"Polisi saat ini tidak memiliki barang bukti untuk menetapkan Jessica sebagai tersangka. Polisi juga sudah tidak menggunakan azas praduga tak bersalah saat menangani Jessica. Jessica tidak berbuat apa-apa. Ini kalau Krishna menuduh terus, suudzon itu," pungkasnya.
Juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Muhammad Iqbal, mengatakan hingga kini polisi masih berfokus memperkuat alat bukti dalam kasus kematian Wayan Mirna Salihin yang kemudian menetapkan teman Mirna, Jessica Kumala Wongso, sebagai tersangka.
"Saat ini kami sedang fokus menyelesaikan berbagai perkara, penguatan semua alat bukti," ujar Iqbal saat ditemui di Polda Metro Jaya, Senin, 1 Februari 2016.
Iqbal menuturkan bukan tanpa alasan pihaknya belum dapat mengungkapkan alat bukti yang dimaksud. "Kami tidak bisa menyampaikan materi penyidikan karena akan menggiring opini," ucapnya. Dia menegaskan yang terpenting penyidik sudah memenuhi syarat minimal dua alat bukti untuk menetapkan Jessica sebagai tersangka.
Sementara Edhi Darmawan Salihin, ayah Wayan Mirna Salihin, mengatakan ingin Jessica Kumala Wongso, tersangka dalam kasus kematian putrinya, berkata jujur dan tak berucap bohong lagi. "Sebenarnya Jessica cukup terus terang aja sama saya kenapa dia bunuh," ujarnya saat ditemui di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 1 Februari 2016.
Edhi menuturkan kejujuran Jessica sangat ia harapkan. "Salah anak saya apa? Kenapa dia bunuh? Yang penting saya puas gitu," ucapnya. Menurut Edhi, sikap Jessica saat ini tampak masih menutup-nutupi, sehingga menyulitkan penyidikan. "Kalau dia muter-muter terus, ya repot kita."
"Ya, insya Allah begini ya... Allah itu kan Maha Besar. Sekarang terbukti, kan," ujar ayah mendiang Mirna, Dermawan Salihin di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (1/2/2016), sebagaimana dikutip dari Kompas.com.




