Salah satu rumah kosong yang tercatat juga menerima bantuan rehab program RTLH. foto: arif kurniawan/ BANGSAONLINE
Berdasarkan kabar yang ia terima dari para tetangganya, rumah Tepo menerima bantuan atas persetujuan orang tuanya. Sebab saat itu pemilik rumah tidak ada.
Warga sekitar sempat mempergunjingkan bantuan itu, karena dinilai tidak tepat sasaran.
Terpisah, Khoiri, selaku salah satu panitia bedah rumah mengaku, bantuan diberikan kepada warga miskin yang memiliki rumah tidak layak huni. Di desanya ada sebanyak 34 unit rumah yang menerima bantuan tahun 2014 dan sebanyak 4 unit pada tahun 2015.
Bantuan dirupakan material atau bangunan jadi dengan nilai sebesar Rp 7,5 juta bersumber dari pemerintah pusat. Dia menampik adanya kabar pemotongan dana bantuan senilai Rp 2,5 juta untuk setiap unit.
Menurutnya, persoalan bantuan rumah di desanya tidak terlepas dari buntut politik paska pilihan kepala desa. “Tidak ada persoalan pada program bantuan rumah di Desa Sendang. Kalau pun ada yang mempersoalkan itu hanya segelintir orang yang tidak suka, dan buntut pilkades lalu. Laporan pertanggungjawaban program itu juga sudah selesai,” dalih Khoiri.
Untuk diketahui, program bedah rumah Desa Sendang sudah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri sejak tahun 2015 lalu. Dalam laporannya, warga menuding terjadi pemotongan dana bantuan bedah rumah sebesar Rp 2,5 juta untuk setiap unitnya. Pemotongan itu diduga dilakukan oleh panitia. (rif/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




