BANGKALAN,BANGSAONLINE.com - Sekitar 2.000 warga memadati kawasan Talun Ba Ghumuk, Dusun Ghibang, Desa Klapayan, Kecamatan Sepulu untuk menyaksikan kemeriahan Kite Fest 2026, Jumat (9/10/2026).
Festival layang-layang yang berlangsung meriah tersebut diikuti sekitar 90 peserta.
Beragam layang-layang menghiasi langit pesisir Kecamatan Sepulu dan menjadi daya tarik bagi warga yang datang untuk menyaksikan tradisi tahunan itu.
Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran warga yang tidak hanya berasal dari Desa Klapayan, tetapi juga dari sejumlah desa lain di Kecamatan Sepulu. Bahkan, festival tersebut turut diikuti peserta dari Kabupaten Sampang.
Fahri, salah seorang panitia pelaksana Kite Fest 2026 sekaligus anggota Fraksi PKB DPRD Bangkalan, mengatakan kegiatan itu merupakan tradisi tahunan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Menurutnya, festival ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan masyarakat untuk menjaga kebersamaan melalui permainan tradisional yang diwariskan lintas generasi.
“Pesertanya sekitar 90 orang, sedangkan warga yang datang untuk menonton mencapai 2.000 orang. Mereka berasal dari berbagai desa di Kecamatan Sepulu. Ada juga peserta dari Kabupaten Sampang,” ujar Fahri.
Fahri mengatakan, konsistensi penyelenggaraan Kite Fest menjadi salah satu upaya masyarakat untuk menjaga tradisi bermain layang-layang agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Lebih dari sekadar perlombaan, Kite Fest 2026 menunjukkan bahwa tradisi lokal dapat terus bertahan ketika masyarakat memiliki komitmen untuk melestarikannya.
Kegiatan ini juga berpotensi menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Bangkalan kepada generasi muda dan masyarakat dari daerah lain.
Kehadiran peserta dari berbagai desa, termasuk dari kabupaten tetangga, menunjukkan bahwa tradisi bermain layang-layang memiliki daya tarik yang melampaui batas administratif wilayah.
"Dengan dukungan dan partisipasi masyarakat, Kite Fest diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan yang menghadirkan keramaian sesaat, tetapi juga berkembang menjadi ruang pelestarian tradisi, penguatan solidaritas sosial, serta pengenalan potensi lokal Kecamatan Sepulu," pungkasnya. (uzi/van)










