JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, memberikan apresiasi terhadap kinerja Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memastikan kebijakan pemerintah tetap berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Politikus yang akrab disapa Ning Lia tersebut menyampaikan kabar gembira bagi masyarakat terkait kemudahan akses pupuk dan bantuan pemerintah. Mulai Oktober 2026, sebanyak 40 ribu gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diluncurkan secara bertahap, dengan 26 ribu gerai di antaranya siap beroperasi bulan ini.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Lia saat bertemu dengan Zulkifli Hasan di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (5/10/2026).
"Sektor pangan memiliki posisi strategis karena menyangkut langsung kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas pangan membutuhkan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, serta berbagai pemangku kepentingan," tutur Lia.
Alumni FISIP Unair ini menilai, koordinasi yang dibangun Kemenko Pangan memberikan dampak konkret melalui percepatan program KDKMP di berbagai daerah, khususnya Jawa Timur yang menjadi salah satu penopang utama produksi pangan nasional.
"Koordinasi yang baik dari jajaran Menko Pangan menghasilkan hasil positif dalam pelaksanaan program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih atau KDKMP. Terbukti pendirian KDKMP semakin masif di sejumlah daerah, termasuk di Jawa Timur," ungkapnya.
Dalam dialog tersebut, Lia turut menekankan pentingnya nilai-nilai kepemimpinan yang berlandaskan amanah dan moralitas publik. Menurutnya, kepemimpinan yang meneladani sifat siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah sangat relevan dalam menjawab tantangan kebutuhan dasar masyarakat.
"Nilai-nilai tersebut tetap relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama ketika pemerintah menghadapi persoalan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat," ujar Lia.
"Karena itu, kepemimpinan yang berlandaskan amanah menjadi penting agar setiap kebijakan benar-benar diarahkan pada kemaslahatan masyarakat," imbuhnya.
Lia berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat terus ditingkatkan agar kebijakan ketahanan pangan tidak sekadar mencapai angka makro, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para petani dan warga di daerah.
"Kerja bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat semakin memperkuat ketahanan pangan sekaligus menghadirkan kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Indonesia," tambah Lia.
Menanggapi apresiasi tersebut, Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa setiap amanah pemerintahan harus dijalankan dengan rasa tanggung jawab penuh demi menghadirkan dampak nyata bagi rakyat.
Pria yang akrab disapa Zulhas ini menjelaskan bahwa penyelesaian persoalan pangan membutuhkan sinergi dari seluruh lini, mulai dari kementerian, BUMN, pemda, pelaku usaha, hingga peran strategis tenaga pendamping di desa.
"Pemerintah juga terus mendorong koordinasi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN, pelaku usaha, serta berbagai unsur masyarakat. Termasuk keterlibatan para pendamping desa," tandas Zulkifli Hasan.
"Diperlukan kerja bersama agar kebijakan yang dirumuskan pemerintah dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat," pungkas Zulhas.










