NGAWI, BANGSAONLINE.com - Sebuah rumah yang difungsikan sebagai bengkel cat sepeda motor milik Sakat di Walikukun Wetan, Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, hangus terbakar pada Sabtu (3/10/2026) malam.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 18.50 WIB. Insiden bermula saat pemilik rumah tengah beristirahat di area depan. Tiba-tiba, ia dikagetkan oleh suara ledakan cukup keras yang bersumber dari area bengkel di bagian belakang rumahnya.
Saat dicek, dinding kayu di area bengkel sudah dilahap si jago merah. Api diduga bermula dari percikan korsleting pada stop kontak yang dengan cepat menyambar dinding berbahan kayu.
Melihat kobaran api kian membesar, Sakat langsung berteriak meminta pertolongan. Dua orang warga setempat bergegas membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, terbatasnya sumber air di sekitar lokasi membuat upaya pemadaman warga tak berjalan maksimal hingga akhirnya kejadian ini dilaporkan ke Polsek Widodaren.
Menerima laporan tersebut, personel Polsek Widodaren Polres Ngawi segera meluncur ke lokasi sembari berkoordinasi dengan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar). Sinergi antara polisi, petugas Damkar, dan warga setempat akhirnya berhasil menjinakkan si jago merah sekitar pukul 19.40 WIB, atau usai berjibaku selama 45 menit.
Meski tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah ini, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp27 juta.
Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, petugas menemukan barang bukti berupa kabel bekas terbakar. Di dalam bengkel tersebut juga tersimpan sejumlah bahan yang sangat mudah terbakar seperti thinner, serta instalasi percabangan stop kontak dengan kabel berukuran kecil yang menempel pada dinding kayu. Kondisi ini disinyalir menjadi pemicu cepatnya kobaran api membesar.
Kapolsek Widodaren, AKP M. Farit Suharta, mengapresiasi respons cepat seluruh pihak yang terlibat sehingga api tidak sampai merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
“Begitu menerima laporan, anggota langsung bergerak menuju lokasi dan berkoordinasi dengan Damkar. Kami bersama masyarakat berupaya melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas. Alhamdulillah, api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa,” kata Farit.
Atas kejadian ini, Farit mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tertib dalam mengelola instalasi listrik, khususnya bagi warga yang memiliki usaha dengan penyimpanan bahan kimia berbahaya.
“Kami mengimbau masyarakat memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, tidak menggunakan percabangan secara berlebihan, serta menyimpan bahan mudah terbakar di tempat yang sesuai,” ujarnya.
Pemilik rumah sendiri telah menyatakan menerima insiden ini sebagai musibah murni dan tidak menuntut pihak mana pun secara hukum. Kendati demikian, kepolisian tetap mengamankan sejumlah barang bukti guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.










