Dua Kebakaran Terjadi di Lamongan dalam 24 Jam, Kerugian Capai Rp285 Juta

LAMONGAN,BANGSAONLINE.com - Dua kebakaran terjadi di wilayah Lamongan dalam waktu kurang dari 24 jam, menghanguskan gudang tembakau dan kandang ternak dengan total kerugian mencapai Rp285 juta.

Kebakaran pertama terjadi di Kecamatan Ngimbang pada Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 15.45 WIB. Gudang tembakau milik S (54), warga Dusun Tulung, Desa Pendowokumpul, Kecamatan Sukorame, yang berada di Dusun Ganggang, Desa Ganggangtingan, Kecamatan Ngimbang, hangus terbakar.

Kasihumas Polres Lamongan Ipda M Hamzaid membenarkan peristiwa tersebut. Kebakaran diketahui setelah Kepala Desa Ganggangtingan menghubungi Polsek Ngimbang.

"Api diduga berasal dari korsleting arus pendek pada mesin pompa air di dalam gudang. Petugas Polsek Ngimbang bersama Tim Damkar Ngimbang langsung bergerak cepat dan berhasil memadamkan api pada pukul 16.30 WIB," ujar Ipda Hamzaid, Kamis (1/10/2026).

Akibat kebakaran itu, korban kehilangan tembakau krosok, tembakau rajangan sebanyak 70 bal, 1 ton gabah, dan 42 sak pupuk. Total kerugian ditaksir mencapai Rp250 juta.

Kebakaran kedua terjadi di wilayah pesisir Paciran pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 09.29 WIB.

Api menghanguskan kandang ternak di area ladang Desa Sumurgayam, Kecamatan Paciran, setelah laporan diterima petugas melalui layanan darurat Call Center 110.

Kapolsek Paciran Iptu Abdul Ghufron bersama anggotanya langsung mengecek lokasi dan berkoordinasi dengan petugas Damkar. Kandang milik FA (51) tersebut hangus terbakar.

Empat ekor sapi milik korban berhasil diselamatkan. Namun, empat ekor kambing, satu mesin penggiling pakan, dan dua unit cikar atau gerobak ikut terbakar. Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp35 juta.

Tidak ada korban jiwa dalam dua peristiwa kebakaran tersebut.

"Kami mengimbau warga untuk rutin mengecek instalasi listrik dan alat elektronik secara berkala. Jauhkan bahan-bahan yang mudah terbakar dari sumber panas. Area kandang dan penyimpanan pakan sangat rawan di musim seperti ini. Jika terjadi kondisi darurat, segera hubungi Call Center 110 agar bisa segera ditangani secara cepat," pungkas Ipda Hamzaid. (van)