TUBAN, BANGSAONLINE.com - Yayasan eL-SAL Indonesia bersama ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menggelar puncak acara Gizi Fest 2026 di Desa Sokosari, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Kamis (24/9/2026). Agenda ini menjadi penanda serah terima Program Pengembangan Taman Gizi Keluarga (TaGiKa) kepada masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut diikuti oleh kelompok kerja (Pokja) TaGiKa dari enam desa penerima manfaat di Kecamatan Soko dan Rengel, yakni Desa Simo, Sokosari, Sumurcinde, Nguruhan, Campurrejo, dan Banjaragung. Turut hadir pula perwakilan manajemen EMCL, Dinas Kesehatan P2KB, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban.
Ketua Umum Yayasan eL-SAL Indonesia, Imam Muqroni, menjelaskan bahwa Gizi Fest 2026 dirancang sebagai ajang edukasi sekaligus apresiasi dalam upaya percepatan penanganan stunting berbasis pemanfaatan lahan pekarangan. Rangkaian acara dimeriahkan dengan pameran olahan menu gizi lokal, lomba mewarnai, hiburan edukatif, hingga penganugerahan enam kategori penghargaan bagi Pokja TaGiKa.
"Kegiatan ini menjadi bagian dari proses serah terima Program Pengembangan Taman Gizi Keluarga kepada masyarakat setelah melalui tahapan pendampingan," ujar Imam.
Ia menambahkan, program ini berhasil mengubah pekarangan rumah warga yang semula terlantar menjadi sumber pangan bergizi tinggi.
"Alhamdulillah keberlanjutan program ini mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Kesehatan, sektor pertanian hingga pemerintah desa," terangnya.
Perwakilan EMCL, Feni Kurnia Indiharti, menyampaikan bahwa selama empat hingga lima bulan masa pendampingan, Pokja TaGiKa di enam desa tersebut telah dibekali pembentukan kelembagaan kelompok, pelatihan menu gizi seimbang, hingga edukasi pemenuhan gizi skala rumah tangga.
"Program ini tidak hanya melaksanakan program CSR saja, tetapi kami juga ingin program ini memberikan dampak nyata yang berkelanjutan terhadap pembangunan masyarakat desa," ungkap Feni.
Feni berharap, pascaserah terima ini, para pengurus Pokja TaGiKa dapat terus menjadi motor penggerak utama dalam menjaga keberlanjutan program secara mandiri di desanya masing-masing.
"Ini masyarakat yang tentunya dimotori oleh Pokja TaGiKa nanti bisa berlanjut, bisa berkelanjutan, dan pastinya memberi manfaat berkah untuk keluarga di rumah dan juga masyarakat di masing-masing desa," tuturnya.
Apresiasi senada dilayangkan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB (P2KB) Kabupaten Tuban, drg. Roikan. Menurutnya, pemanfaatan pekarangan sangat efektif menghemat pengeluaran belanja harian warga tanpa mengurangi mutu nutrisi harian.
"Harapannya kebutuhan gizi itu tercukupi dari keluarga sendiri. Masyarakat desa kalau disuruh beli kan mikir-mikir, tapi kalau sudah ada pekarangan untuk kebutuhan sehari-hari, insyaallah kebutuhan gizinya bisa tercukupi," kata Roikan.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi pola makan sehat yang dihadirkan lewat program ini kepada masyarakat luas.
"Yang kedua mengenai edukasi. Dengan seperti ini, edukasi kepada masyarakat bahwa gizi itu enggak perlu mahal, tapi dari rumah insyaAllah bisa dipenuhi," pungkasnya.










