KOTA BATU,BANGSAONLINE.com - Menandai trial opening Museum Mega Science Center (MMSC) yang dibuka Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Rabu (16/9/2026), manajemen Jatim Park (JTP) Grup membagikan sedikitnya 5.200 tiket gratis kepada pelajar dan santri di Jawa Timur, termasuk wilayah Malang Raya.
Distribusi tiket tersebut antara lain diserahkan kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sebanyak 2.000 voucher, Wali Kota Batu 1.000 voucher, Wali Kota Malang 1.000 voucher, Bupati Malang 1.000 voucher, serta 200 voucher untuk salah satu pondok pesantren.
Selanjutnya, Gubernur Khofifah menyerahkan distribusi voucher bagi pelajar di Jatim tersebut kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Aries Agung Paewai.
Aries Agung Paewai mengungkapkan, sebanyak 2.000 voucher tersebut untuk saat ini akan diprioritaskan bagi siswa yang berada di wilayah Malang Raya.
"Ya nanti kita bagilah, tapi kita utamakan dulu untuk Malang Raya, yang lain nantilah," ujar Aries Agung Paewai kepada BANGSAONLINE.com
Aries meyakini keberadaan Museum Mega Science Center di bawah naungan JTP Grup akan memberikan dampak terhadap wisatawan, khususnya kalangan pelajar di Jatim yang ingin belajar di museum tersebut.
"Karena ini buka hanya tempat bagaimana dipamerkan seluruh objek tentang sains dan budaya, tetapi juga belajar tentang proses pembelajaran buat mereka. Saya yakin animo masyarakat terutama murid-murid kita semakin banyak yang ke sini," ujar Aries.
Sekadar diketahui, objek wisata tersebut dibangun di atas lahan seluas 18.000 meter persegi.

Museum Mega Science Center dan Budaya menghadirkan beragam zona tematik, antara lain fisika, matematika, biologi, kimia, antariksa, teknologi, kebencanaan, hingga budaya.
Pembelajaran didukung media interaktif, alat peraga, simulasi, serta teknologi. Sebanyak 617 alat peraga dan 1.023 artefak budaya juga ditampilkan.
Gubernur Jatim dalam sambutannya mengungkapkan bahwa keberadaan Museum Mega Science Center menjadi bagian untuk memperkuat sisi keilmuan, pariwisata, sekaligus membangun integritas karakter.
Khofifah juga menyoroti penerapan metode STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics) yang kini mulai diperkenalkan sejak usia dini di Taman Kanak-Kanak di Jatim. Menurutnya, penerapan tersebut membutuhkan ekosistem pendukung yang kuat seperti yang dihadirkan Jatim Park.
Ia juga menuturkan bahwa kehadiran elemen budaya di museum tersebut menjadi pembeda utama dalam menanamkan nilai-nilai karakter luhur bagi generasi muda di tengah masifnya perkembangan teknologi. (asa/van)










