BLITAR,BANGSAONLINE.com - Reyner Fausta Yosilianto (22) korban tenggelamnya Kapal Virgo 8 di Laut Jawa, ditemukan meninggal dunia dan telah dimakamkan di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari.
Sementara itu, keluarga masih menanti kabar mengenai keberadaan kakaknya, Susanto (36), yang juga menjadi korban dalam musibah tersebut.
Kedua bersaudara itu bekerja dalam satu perjalanan menuju Pulau Kalimantan. Susanto bertugas sebagai sopir, sedangkan Reyner menjadi kernet.
Keduanya membawa muatan makanan ringan dari Lamongan untuk dikirim ke Kalimantan.
Wiwik Susiati, ibu kedua korban, menuturkan kabar tenggelamnya Kapal Virgo 8 pertama kali diketahui keluarga pada Minggu pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Saat itu, informasi awal yang diterima keluarga justru menyebut kedua anaknya dalam kondisi selamat.
"Saya awalnya tahu dari TikTok, bukan dari pihak kapal. Kemudian saya pastikan lagi informasi yang saya terima, dua anak saya itu Susanto dan Reyner katanya masuk data selamat," ujar Wiwik, ditemui usai pemakaman anak bungsunya Reyner, Selasa (15/9/2026).
Namun, setelah menerima kabar tersebut, komunikasi dengan kedua anaknya justru terputus. Wiwik terus menunggu hingga sekitar pukul 11.00-12.00 WIB ketika petugas Jasa Raharja datang ke rumah.
Saat itu, keluarga mendapat informasi mengenai seorang korban yang ditemukan tanpa identitas. Reyner memang tidak membawa KTP dalam perjalanan tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pencocokan melalui sidik jari, korban tersebut akhirnya diketahui merupakan Reyner, putra Wiwik.
"Saya mendapatkan data selamat. Nah, ternyata saya tunggu tidak ada kabar lagi dari anak-anak. Kemudian siang jam 11 atau 12 tim Jasa Raharja ke rumah dan menemukan korban tanpa identitas. Setelah disidik jari ternyata Reyner anak saya," katanya.
Jenazah Reyner kemudian dipulangkan ke Kabupaten Blitar dan dimakamkan di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari.
Berdasarkan data kependudukan, Reyner tercatat sebagai warga Slumbung RT 02 RW 02, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Namun, selama ini ia diketahui berdomisili di wilayah Magersari, Ngantang, Batu.
Sedangkan Susanto tercatat sebagai warga Dusun Wonorejo RT 01 RW 01, Desa Krisik, Kecamatan Gandusari.
Wiwik mengatakan perjalanan tersebut bukan kali pertama bagi Susanto. Namun, bagi Reyner, bekerja sebagai kernet bersama sang kakak masih terbilang baru.
"Kalau Susanto kakaknya sering, tapi Reyner baru tiga kali ini ikut, baru satu bulan," ungkapnya.
Sebelum kapal tenggelam, kedua bersaudara tersebut masih sempat berkomunikasi dengan istrinya. Namun, sekitar pukul 04.00 WIB pada Minggu, komunikasi tiba-tiba terputus. Sejak saat itu, telepon dan pesan dari keluarga tidak lagi mendapat respons.
Kini, setelah kehilangan Reyner, Wiwik masih menyimpan harapan untuk mendapatkan kabar mengenai Susanto. Sebagai seorang ibu, ia berharap putra sulungnya tersebut masih ditemukan dalam keadaan selamat.
"Saya berharap kakaknya selamat. Kita dapat kabar terbaik," ucap Wiwik. (ina/van)




