Pajak Daerah Tembus 80 Persen, Bapenda Nganjuk Apresiasi Warga dengan Ngopi dan Mecel Bareng Bupati

NGANJUK,BANGSAONLINE.com - Bapenda Kabupaten Nganjuk mencatat realisasi pajak daerah mencapai sekitar 80 persen hingga 12 September 2026 dan menargetkan penerimaan terus meningkat dalam tiga bulan terakhir tahun ini.

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Nganjuk kembali menggelar “Ngopi dan Mecel Bareng Kang Marhaen dan Mas Handy” yang dirangkaikan dengan pengundian hadiah PBB, PKB, dan PAD serta pencanangan QRIS Parkir di halaman Alun-alun Nganjuk, Minggu (13/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang telah memenuhi kewajiban membayar pajak. Acara itu sekaligus menjadi sarana silaturahmi antara pemerintah dan para wajib pajak.

Kepala Bapenda Nganjuk Slamet Basuki mengatakan, hingga 12 September 2026 realisasi pajak daerah telah mencapai sekitar 80 persen. Dengan waktu sekitar tiga bulan yang masih tersedia, pihaknya optimistis penerimaan pajak dapat terus digenjot.

“Realisasi per 12 September sudah mencapai 80 persen. Masih ada waktu tiga bulan ke depan, kami akan mengoptimalkan pemasukannya,” kata Slamet Basuki kepada BANGSAONLINE.com.

Untuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), jumlah Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) di Kabupaten Nganjuk mencapai sekitar 612 ribu. Adapun target penerimaan PBB pada 2026 ditetapkan kurang lebih Rp55 miliar.

Meski demikian, masih terdapat wajib pajak yang belum memenuhi kewajibannya. Bapenda terus melakukan pemantauan bersama pemerintah desa dan petugas pemungut pajak untuk meningkatkan kepatuhan pembayaran.

“Kami juga punya mekanisme untuk memantau kinerjanya. Ada evaluasi setiap bulan terhadap petugas pemungut pajak,” jelasnya.

Kegiatan Ngopi dan Pecel Bareng tahun ini merupakan pelaksanaan untuk kedua kalinya setelah pertama kali digelar pada 2025.

Konsep tersebut diusung untuk mengangkat potensi kuliner khas Nganjuk. Selain pecel yang telah dikenal luas, Bapenda menilai kopi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan dipromosikan.

“Kalau pecel tentu sudah familiar karena khas Nganjuk. Tapi kopi ini rupanya potensinya juga besar. Alhamdulillah apresiasinya bagus,” katanya.

Antusiasme masyarakat dalam kegiatan tersebut juga cukup tinggi. Lokasi acara dipadati peserta dan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung secara tertib.

Ke depan, Bapenda berkomitmen terus memperbaiki pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dalam aspek transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan informasi.

“Kami akan terus berbenah. Kami berharap bisa melakukan perbaikan pengelolaan PAD lebih transparan, lebih akuntabel dan lebih terbuka serta informatif,” tuturnya.

Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kepatuhan dalam membayar pajak.

Penerimaan dari sektor pajak nantinya digunakan kembali untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Nganjuk.

“Kami berharap para wajib pajak bisa patuh membayar pajak, karena kembalinya juga untuk pembangunan,” pungkasnya. (raf/van)