Dampak Kemarau Panjang di Ngawi, Debit Air di 6 SPAM Dilaporkan Menurun

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Dampak musim kemarau panjang kian meluas di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Selain memicu kekeringan di permukiman warga, debit air pada enam sistem penyediaan air minum (SPAM) di wilayah tersebut juga dilaporkan mengalami penurunan signifikan.

Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Ngawi, Pipit Dwi Herlina, menjelaskan bahwa temuan ini diperoleh setelah pihaknya melakukan monitoring menyeluruh terhadap fasilitas penyediaan air minum di seluruh Ngawi.

“Dari hasil monitoring terhadap 211 sistem yang ada, terdapat enam sistem yang mengalami penurunan debit air. Di antaranya berada di Desa Kerek, Kiyonten, Papungan, Banyuurip, Ngancar, dan Suruh,” jelas Pipit.

Ia mengungkapkan, kawasan utara Ngawi menjadi wilayah yang merasakan dampak paling parah dari kemarau panjang tahun ini, yang berimbas langsung pada susutnya kapasitas produksi air bersih.

“Musim kemarau yang cukup panjang ini berdampak pada debit beberapa sistem penyediaan air minum. Produksi air yang dihasilkan dari sistem tersebut juga mengalami penurunan,” tuturnya.

Guna menjaga kelancaran pasokan air bagi warga, DPRKP Ngawi tengah menyiapkan sejumlah langkah taktis, mulai dari penggalian potensi sumber air tanah baru hingga perluasan jaringan perpipaan.

Kendati demikian, Pipit membeberkan bahwa kendala krisis air tidak hanya bersumber dari menyusutnya mata air, melainkan juga hambatan teknis operasional.

“Beberapa sistem sebenarnya debitnya masih mencukupi, tetapi distribusinya terganggu karena faktor operasional. Pasokan listrik yang kurang stabil juga menjadi salah satu kendala,” ungkap Pipit.

Merespons masalah tersebut, DPRKP Ngawi menjalin koordinasi intensif dengan pihak PLN guna memastikan pasokan daya ke pompa air tetap stabil.

“Kami juga melakukan pencarian sumber air, termasuk pembuatan sumur dan penambahan jaringan pipanisasi untuk menjaga pasokan air kepada masyarakat,” tambahnya.

DPRKP Ngawi berkomitmen untuk terus memantau seluruh titik SPAM, terutama di zona rawan kekeringan, agar pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terjamin hingga musim kemarau berakhir.