Pemkot Pasuruan Dorong Industri Hijau dan Ramah Lingkungan

KOTA PASURUAN, BANGSAONLINE.com Pemkot Pasuruan menegaskan komitmen mendorong penguatan industri yang sehat, aman, dan ramah lingkungan sebagai bagian dari menghadapi tuntutan perkembangan industri ke depan. 

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Pasuruan, Muhammad Nawawi, dalam Sosialisasi Membangun Lingkungan Kerja Industri Logam yang Sehat dan Ramah Lingkungan di Hall UPT Logam Kota Pasuruan, Rabu (19/8/2026).

Ia turut mengapresiasi dukungan seluruh jajaran dalam pelaksanaan kegiatan. Sosialisasi kesiapan energi hijau dinilai menjadi langkah penting mempersiapkan dunia usaha menghadapi perubahan standar lingkungan global.

“Memang untuk menuju energi yang ramah lingkungan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tetapi ini adalah investasi untuk masa depan, terutama agar industri kita mampu mengikuti perkembangan dan standar pasar global,” ujarnya.

Nawawi menegaskan, Pemkot Pasuruan berkomitmen memfasilitasi infrastruktur dan sumber daya manusia untuk mendukung industri hijau. Salah satu fokusnya adalah peningkatan kompetensi lulusan SMK melalui sertifikasi sesuai kebutuhan industri, termasuk K3LS.

Dari sekitar 5.900 pengangguran di Kota Pasuruan, 2.800 di antaranya lulusan SMK, yang dinilai sebagai peluang memperkuat keterhubungan pendidikan dan dunia kerja.

Selain penguatan SDM, Wakil Wali Kota Pasuruan mendorong produk usaha lokal menembus pasar internasional, khususnya Eropa, dengan memenuhi standar kualitas dan lingkungan.

“Target kita bukan hanya produk dibuat di Pasuruan dan kemudian dijual sendiri. Kita ingin produk-produk dari Pasuruan bisa masuk ke pasar Eropa,” katanya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha untuk mendorong perubahan pola produksi menuju sistem industri modern, efisien, dan berwawasan lingkungan. Di sisi lain, sektor UKM dan UMKM disebut berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, mencapai 60 persen.

Nawawi juga berpesan kepada generasi muda agar menghindari aktivitas negatif seperti judi online dan memanfaatkan teknologi secara positif melalui literasi digital.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat dapat menciptakan ekosistem industri yang sehat, kompetitif, dan ramah lingkungan. (afa/mar)