NGAWI, BANGSAONLINE.com - Tak sampai 24 jam usai terlibat kecelakaan maut yang menewaskan seorang pemotor di Jalan Lingkar Ringroad Ngawi, sebuah truk yang melarikan diri berhasil diamankan kepolisian.
Truk beserta sopirnya dilacak dan ditemukan di area sebuah pabrik gula di wilayah Kertosono, Kabupaten Nganjuk. Pengungkapan kilat ini berhasil dilakukan oleh Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Ngawi berkat rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Kecelakaan maut tersebut sebelumnya terjadi di Jalan Lingkar Ringroad, Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Ngawi, pada Selasa (1/9/2026) siang. Dalam insiden itu, truk bertabrakan dengan sepeda motor yang mengakibatkan pengendaranya meninggal dunia di lokasi.
Pengemudi truk diketahui bernama Windi Sulistyo (29), warga Pandean, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi. Polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu unit truk warna putih bernomor polisi AD 8783 EG.
Usai ditemukan di Nganjuk, truk tersebut dibawa ke Pos Polisi Banyakan, Ngawi, pada Selasa malam. Sementara Windi digelandang ke Mako Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Kepada penyidik, Windi berdalih tancap gas meninggalkan lokasi kejadian lantaran panik dan mengkhawatirkan keselamatan jiwanya.
“Saya takut dan panik, takut kalau dihajar massa, makanya saya langsung pergi,” ujar Windi.
Windi menceritakan, insiden bermula saat sepeda motor korban mendadak hilang kendali dan melebar ke kanan hingga menabrak bagian samping kendaraan yang dikemudikannya.
“Motornya oleng ke kanan, kemudian benturannya mengenai bak truk sebelah kanan,” katanya.
Usai benturan terjadi, Windi memilih tetap menginjak pedal gas untuk meneruskan perjalanan mengantar muatan hingga akhirnya sampai di pabrik gula daerah Kertosono, Nganjuk.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Ngawi, Iptu Agus Harianto, membenarkan penangkapan sopir beserta penahanan armada yang terlibat tabrak lari tersebut.
“Sopir berikut kendaraan sudah kami amankan. Selanjutnya akan kami mintai keterangan,” pungkas Iptu Agus Harianto.










