Ringkasan Berita
- Sebanyak 256 siswa SMPN 1 Kabuh Jombang diduga keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG), dengan gejala pusing, mual, muntah, dan diare. Sebagian besar siswa sudah pulih, tetapi tujuh orang sempat dirawat intensif dan 74 lainnya masih menjalani rawat jalan.
- Anggota DPRD Jombang mendesak audit dan investigasi menyeluruh terhadap pemasok MBG, SPPG, untuk menelusuri kemungkinan pelanggaran SOP. Mereka menuntut transparansi penuh dalam proses penyelidikan ini.
- DPRD juga menekankan bahwa seluruh biaya perawatan medis siswa korban harus ditanggung penuh oleh pemerintah daerah atau vendor terkait, agar orang tua tidak menanggung beban finansial tambahan.
- Kejadian ini merupakan peningkatan dari laporan awal yang menyebut 70 siswa terdampak, menunjukkan skala masalah yang meluas. Para korban melaporkan bahwa lauk udang dan sayur dari MBG berbau tidak sedap dan terasa pahit.
JOMBANG, BANGSAONLINE.com – Sebanyak 256 siswa SMPN 1 Kabuh Jombang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (2/9/2026).
Berdasarkan pendataan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang pada Kamis (3/9/2026), para korban mulai merasakan keluhan seperti pusing, mual, muntah, serta diare sejak sore hingga malam hari usai menyantap jatah makanan.
Kepala Dinkes Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, menjelaskan sebagian besar pelajar terdampak menjalani pengobatan mandiri atau rawat jalan.
Walau saat ini kondisi sebagian besar siswa mulai pulih, namun tujuh orang di antaranya sempat tertahan di fasilitas medis untuk mendapatkan asupan cairan akibat kondisi fisik yang lemas.
Di samping itu, sebanyak 74 anak tercatat masih mengakses layanan rawat jalan di Puskesmas maupun fasilitas kesehatan swasta seperti Klinik Mitra Plus dan Klinik As-Syifa.
Atas kejadian ini, anggota DPRD Kabupaten Jombang mendesak agar dilakukan audit menyeluruh pada katering MBG.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Jombang Fraksi PDIP, Ama Siswanto, menuntut Satgas MBG segera menginvestigasi peran SPPG selaku pemasok hidangan guna menelusuri potensi penyimpangan prosedur operasional standar (SOP).
"Satgas MBG di Jombang harus langsung turun tangan mengusut kejadian ini. Harus dipastikan apakah ada SOP yang dilanggar atau tidak, semuanya wajib dibuka secara transparan," tegas Sama, Jumat (4/9/2026).
Tidak hanya mendesak pengusutan penyebab, Ama memprioritaskan pembebasan beban finansial bagi keluarga korban. Ia menegaskan seluruh penanganan medis para murid yang terdampak harus ditanggung penuh oleh pemerintah daerah atau vendor terkait.
"Biaya perawatan korban harus ditanggung sepenuhnya, entah oleh pemerintah atau pihak SPPG. Orang tua murid tidak boleh dirugikan lagi dengan mengeluarkan biaya sendiri," pungkasnya.
Sebelumnya, sekitar 70 pelajar SMPN Kabuh, Kabupaten Jombang mengalami keracunan diduga usai menyantap MBG. Data tersebut terus bertambah hingga 256 pelajar.
Dari keterangan korban, para pelajar mengaku mengonsumsi lauk udang dan hidangan sayur dari program MBG yang ia santap berbau tidak sedap serta menyisakan rasa pahit. (msn)










