Tips Aman Hiking: Jangan Gunakan Pakaian Hitam di Gunung

BANGSAONLINE.com - Hiking atau mendaki gunung merupakan aktivitas fisik dan mental yang menantang sekaligus menawarkan keindahan alam. Namun, faktor cuaca di pegunungan sering sulit diprediksi, sehingga pendaki perlu menyiapkan perlengkapan penghangat tubuh dan pengetahuan cara menjaga suhu tetap stabil.

Organisasi pendakian dan keselamatan menekankan pentingnya pemilihan warna pakaian sesuai kondisi medan. Meski banyak pendaki memilih pakaian hitam karena praktis dan tidak mudah terlihat kotor, warna tersebut memiliki sejumlah risiko bagi keselamatan.

Pertama, pakaian hitam lebih banyak menyerap radiasi matahari dibanding warna terang. Hal ini membuat tubuh cepat panas, gerah, dan lebih banyak berkeringat saat melewati jalur terbuka.

Kedua, pakaian hitam yang basah akibat hujan atau keringat dapat mempercepat hilangnya panas tubuh. Kondisi ini meningkatkan risiko hipotermia, terutama ketika suhu turun drastis di pegunungan.

Ketiga, warna gelap sulit terlihat saat darurat. Tim SAR merekomendasikan warna mencolok seperti merah, oranye, atau kuning agar pendaki lebih mudah ditemukan di hutan berkabut maupun malam hari.

Selain warna, bahan pakaian juga krusial. Pendaki disarankan memilih bahan yang cepat kering, menyerap kelembapan, serta menggunakan sistem pakaian berlapis. Jika tetap memilih pakaian hitam, sebaiknya dilengkapi aksesori berwarna cerah, peluit, headlamp, dan perlengkapan darurat lain. (mg2/rom)