Kebakaran Hebat Lahap Rumah, Toko, dan Musala di Manyar Gresik: 11 Armada Damkar Dikerahkan

Ringkasan Berita
  • Kebakaran besar terjadi di daerah padat penduduk belakang Pasar Sembayat, Kecamatan Manyar, Gresik pada Kamis, 23 Juli 2026, menghanguskan lima bangunan termasuk tiga rumah warga, satu toko, dan satu musala.
  • Api pertama terlihat sekitar pukul 15.30 WIB di rumah Sarwo Edi dan dengan cepat meluas akibat angin kencang, namun tidak menyebabkan korban jiwa atau luka-luka. Dua warga pingsan akibat menghirup asap pekat dan dievakuasi untuk penanganan medis.
  • Warga melakukan upaya swadaya memadamkan api sambil menghubungi petugas, yang akhirnya mengerahkan 11 armada pemadam termasuk dari DPKP Gresik dan JIIPE. Proses pemadaman yang alot berhasil diselesaikan sekitar pukul 21.25 WIB setelah dilakukan pembasahan hingga lokasi dinyatakan aman.
  • Penyebab pasti kebakaran dan total kerugian materiil masih dalam proses penyelidikan dan penaksiran oleh pihak berwenang.

GRESIK, BANGSAONLINE.com – Musibah kebakaran hebat melanda kawasan padat di belakang Pasar Sembayat, Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Kamis (23/7/2026). Amukan si jago merah menghanguskan sedikitnya lima bangunan yang terdiri dari tiga rumah warga, sebuah toko, hingga satu musala.

Ketiga rumah yang terbakar diketahui milik Sarwo Edi, Chusni, serta Chasnia. Sementara bangunan usaha yang terdampak adalah toko milik pasangan suami istri Suhali dan Cholidah, ditambah Musala Darul Ichsan yang berada di area sekitar.

Meski tidak memakan korban jiwa maupun luka-luka, dua orang warga dilaporkan pingsan akibat terlalu banyak menghirup asap pekat di lokasi kejadian. Kedua korban langsung dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Hingga kini, total kerugian materiil masih dalam penaksiran dan penyebab pasti munculnya api masih diselidiki.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Gresik, Suyono, membeberkan bahwa titik api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 15.30 WIB dari kepulan asap hitam pekat di hunian milik Sarwo Edi.

Kondisi hembusan angin yang kencang di lokasi membuat kobaran api dengan cepat membesar dan menyebar ke bangunan sekitarnya.

"Kebakaran merembet ke rumah milik Chusni dan Chasnia serta toko milik pasangan suami istri Suhali dan Cholidah serta Musala Darul Ichsan yang berada di samping kanan-kiri titik awal kebakaran," tuturnya.

Seketika, warga memanfaatkan pengeras suara masjid untuk mengabarkan musibah tersebut. Secara swadaya, masyarakat berbondong-bondong berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sembari mengontak petugas pemadam kebakaran.

"Kami terjunkan tim ke lokasi sekitar pukul 17.00 WIB, tiga unit mobil pemadam kebakaran dan delapan unit mobil suplai air kami kerahkan dibantu mobil pemadam dari JIIPE," katanya.

Perjuangan petugas dan warga akhirnya membuahkan hasil setelah melewati proses pemadaman yang cukup alot.

"Sekitar pukul 21.25 WIB api berhasil kami padamkan dan tim melakukan pembasahan hingga dinyatakan aman," pungkasnya. (hud/rev)