Ringkasan Berita
- Pemerintah Kota Madiun mengadakan Bimbingan Teknis Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal untuk menggali dan mendokumentasikan sejarah serta budaya kota.
- Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai latar belakang seperti pegawai dinas, mahasiswa, pelajar, dan pegiat literasi.
- Plt. Wali Kota Bagus Panuntun berharap muncul banyak penulis untuk menghasilkan cerita dan gagasan yang mendukung pembangunan daerah, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
- Pemkot Madiun berupaya menyusun dokumentasi sejarah perkembangan kota dengan mengumpulkan ide (inside) dari para pelaku literasi.
- Karya tulis bertema Kota Madiun rencananya akan dilombakan untuk mendorong pegiat literasi berkarya dan memperkaya dokumentasi sejarah serta budaya.
KOTA MADIUN,BANGSAONLINE.com - Puluhan peserta yang terdiri atas pegawai dinas, mahasiswa, pegiat literasi, pelajar, masyarakat umum, hingga pengelola perpustakaan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Kota Madiun yang digelar Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di Taman Hiburan Demangan (THD), Kamis (23/7/2026) sore.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu program Pemerintah Kota Madiun untuk menggali serta mendokumentasikan budaya dan sejarah perkembangan Kota Madiun dari masa ke masa.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun Bagus Panuntun berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan lebih banyak penulis yang berkontribusi dalam mendokumentasikan sejarah dan potensi Kota Madiun.
"Saya berharap pesertanya ada seribu sehingga akan muncul seribu ide. Makanya kegiatan-kegiatan seperti ini harus didorong terus," terang Bagus.
Menurutnya, semakin banyak penulis yang terlibat, semakin banyak pula cerita dan gagasan yang dapat dihasilkan.
Hal itu dinilai dapat mendukung pembangunan daerah, khususnya di sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan kebudayaan.
Pemerintah Kota Madiun juga tengah berupaya menyusun dokumentasi sejarah perkembangan kota beserta berbagai perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu.
"Kita butuh inside dari para pelaku literasi. Semakin banyak yang memberikan inside maka semakin bagus nantinya," tegasnya.
Semakin banyak peserta yang menulis dengan mengangkat tema Kota Madiun, hasil karya tersebut rencananya akan dilombakan sebagai upaya mendorong pegiat literasi untuk terus berkarya sekaligus memperkaya dokumentasi sejarah dan budaya Kota Madiun. (dro/van)










