Pemerintah Fokus Wujudkan Swasembada Susu, Malang Jadi Ujung Tombak

MALANG, BANGSAONLINE.com - Pemerintah menegaskan komitmen mewujudkan kemandirian di sektor susu untuk mengurangi ketergantungan impor yang saat ini masih mencapai 80 persen dari total kebutuhan nasional. Produksi dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan.

Langkah strategis ini ditandai dengan kehadiran Wamenko Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, dalam rapat penyusunan program pada Selasa (21/7/2026). Ia menggandeng Pemkab Malang, manajemen Nestle Indonesia, serta pemangku kepentingan lain untuk merancang strategi dari hulu hingga hilir.

“Dari total kebutuhan susu nasional yang terus meningkat, kemampuan produksi dalam negeri baru mampu memenuhi 20 persen. Sisanya, 80 persen, terpaksa kita impor. Jawa Timur memegang peranan vital karena menyumbang 57,9 persen pasokan susu nasional, dan Malang adalah salah satu ujung tombaknya,” paparnya.

Hanif menegaskan, fokus pemerintah kini bergeser pada komoditas gula, garam, dan susu setelah beras dan jagung relatif tertangani. Jawa Timur dan Jawa Barat disebut sebagai dua provinsi utama yang menguasai hampir 70 persen produksi susu nasional.

Ditekankan pula bahwa program swasembada susu bertumpu pada tiga pilar utama, yakni pembenahan tata kelola dan regulasi, jaminan pakan ternak berkelanjutan, serta pengendalian wabah penyakit sapi. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di tengah risiko berkurangnya tutupan hutan.

Sementara itu, Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, menyatakan dukungan penuh atas program tersebut.

“Kabupaten Malang mendukung penuh program ini. Kami siap menjadi garda terdepan peningkatan produksi susu nasional,” tegasnya. (adi/mar)