Pamekasan Jadi Tuan Rumah Puncak Harkopnas ke-79

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Ribuan pegiat koperasi, pelaku UMKM, dan jajaran pemerintah memadati Gedung Bakorwil IV Madura, Selasa (21/7/2026), dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat provinsi bertajuk 'Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya'.

Acara diawali dengan pembukaan Koperasi Explore 2026: Pasar Koperasi dan UMKM di kawasan Arek Lancor oleh Gubernur Khofifah bersama Bupati Pamekasan, Kholilurrahman. 

Beragam produk unggulan koperasi dan UMKM dipamerkan sebagai bukti tumbuhnya ekonomi kerakyatan. Kholilurrahman menyampaikan bahwa capaian pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Pamekasan yang telah mencapai 140 unit dari target 180 koperasi. 

“Alhamdulillah, dari target 180 KDKMP, sebanyak 140 unit telah terbentuk. Sisanya 40 unit dalam tahap penyelesaian dan optimistis rampung akhir bulan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Khofifah menegaskan koperasi harus bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi modern. Ia menyebut Pamekasan mencatat pertumbuhan ekonomi 7,76 persen, tertinggi di Jawa Timur, sementara provinsi secara keseluruhan tumbuh 5,96 persen. 

“Capaian ini tidak lepas dari kontribusi koperasi dan UMKM yang menopang sekitar 60 persen perekonomian Jawa Timur. Karena itu koperasi harus terus diperkuat agar menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Khofifah menekankan koperasi harus naik kelas dengan digitalisasi, perluasan akses pembiayaan, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) agar produk UMKM mampu menembus pasar nasional dan global.

Sedangkan Menteri Koperasi, Ferry Joko Juliantono, menyebut pemerintah menargetkan pembentukan 30 ribu KDKMP pada Agustus 2026. 

“Hingga saat ini sudah terbentuk 18.285 KDKMP. Target kami 30 ribu koperasi, dengan 30 ribu manajer KDKMP dan 5 ribu manajer Kampung Nelayan Merah Putih agar koperasi dikelola profesional,” tuturnya.

Ia menjelaskan, KDKMP akan menjadi pusat layanan ekonomi masyarakat, mulai dari penyaluran LPG 3 kilogram, pupuk bersubsidi, beras, minyak goreng, BPNT, hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR). 

“Jika koperasi kuat, desa akan semakin mandiri. Ketika ekonomi desa tumbuh, UMKM berkembang, pedagang memiliki pasar lebih luas, dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” ucapnya.

Puncak Harkopnas ke-79 di Pamekasan menegaskan peran koperasi sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi inklusif, modern, dan berkelanjutan di Jawa Timur. (bel/dim/mar)