Sekjen Kemenhaj Sebut Entry Program untuk Percepat Adaptasi dan Perkuat Integritas ASN

BOGOR, BANGSAONLINE.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah (Sekjen Kemenhaj) RI, Teguh Dwi Nugroho, mengatakan kegiatan Entry Program yang digelar Kemenhaj di Bogor pada Senin (20/7/2026) merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan Kemenhaj.

“Entry Program dilaksanakan sebagai rangkaian proses seleksi mutasi pegawai dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah ke Kementerian Haji dan Umrah guna memenuhi kebutuhan SDM yang profesional, berintegritas, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan,” kata Teguh.

Menurutnya, proses Seleksi Mutasi ASN Karier Tahun 2026 telah dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. Seleksi tersebut diikuti 1.772 PNS dan menghasilkan 261 pegawai yang dinyatakan lolos.

“Berdasarkan informasi dari BKN, seleksi ASN Karier Kemenhaj merupakan seleksi mutasi PNS terbesar yang pernah diselenggarakan oleh BKN,” jelasnya.

Setelah dilakukan konfirmasi ulang melalui aplikasi MyASN BKN, sebanyak 261 pegawai menyatakan komitmen bergabung dengan Kemenhaj, sedangkan delapan pegawai membatalkan proses perpindahan dengan alasan yang mayoritas berkaitan dengan keluarga.

“Konfirmasi ulang dilakukan sebelum diterbitkannya Surat Keputusan Pindah Instansi oleh BKN untuk memastikan komitmen para pegawai bergabung dengan Kementerian Haji dan Umrah,” ungkapnya.

Dari 261 pegawai yang lolos, sebanyak 220 orang berasal dari pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota. Sebanyak 41 orang lainnya berasal dari sejumlah kementerian dan lembaga. Dua pegawai berhalangan mengikuti kegiatan dan akan diikutsertakan dalam Entry Program berikutnya.

Teguh menjelaskan, kegiatan ini diarahkan untuk mempercepat proses adaptasi pegawai sekaligus memperkuat pemahaman terhadap organisasi.

“Entry Program diperlukan untuk mempercepat adaptasi, memperkuat pemahaman terhadap visi, misi, tugas dan fungsi organisasi, serta menanamkan komitmen integritas sebagai ASN Kementerian Haji dan Umrah,” ujarnya.

Para peserta memperoleh materi kedisiplinan dan penguatan integritas dari jajaran TNI AD, pembekalan tugas dan fungsi Kemenhaj, serta materi psikologi dan motivasi spiritual.

“Melalui pembekalan ini, kami berharap para peserta dapat segera menyesuaikan diri, memahami tanggung jawabnya, dan memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah,” tandas Teguh.

Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Pimpinan Tinggi Madya, Staf Ahli Menteri, Staf Khusus Kemenhaj, Tenaga Ahli Kemenhaj, Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Kemenhaj, serta jajaran Direktorat Pembinaan Mental TNI AD. (msn)