Ringkasan Berita
- Pemerintah Kabupaten Mojokerto menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pertanian senilai Rp5,4 miliar kepada kelompok tani. Bantuan tersebut mencakup alat mesin pertanian, rehabilitasi irigasi, dan benih jagung.
- Penyerahan bantuan dipimpin langsung oleh Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra sebagai wujud komitmen pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif melalui sektor pertanian. Bantuan diharapkan dapat meningkatkan produksi, meringankan beban petani, dan menambah pendapatan.
- Bantuan bertujuan menjawab tantangan perubahan iklim, keterbatasan air, serangan hama, dan berkurangnya tenaga kerja di sektor pertanian. Sumber dana berasal dari APBN dan APBD Tahun Anggaran 2026 sesuai aturan Kementerian Pertanian.
- Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program Modern Advanced Agriculture System (BMAAS) untuk mendukung modernisasi pertanian. Tujuannya adalah meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, dan memperbaiki infrastruktur irigasi.
- Acara dihadiri oleh 166 peserta dari 53 kelompok tani, penyuluh, serta perangkat daerah dan pemerintah desa. Penyerahan bantuan dilakukan bersamaan dengan kegiatan panen padi di Desa Beloh, Kecamatan Trowulan.
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Pemkab Mojokerto melalui Dinas Pertanian menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pertanian senilai Rp5.447.410.000 kepada sejumlah kelompok tani, sekaligus melaksanakan panen padi di Balai Pertemuan Desa Beloh, Kecamatan Trowulan, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan dipimpin langsung Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra. Bantuan yang diberikan meliputi dua unit combine harvester, enam unit alat tanam padi, 22 mesin pompa diesel, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, irigasi perpompaan, serta 23.679 kilogram benih jagung untuk 104 kelompok tani.
Dalam sambutannya, kepala daerah yang biasa disapa Gus Barra itu menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata visi-misi pemerintahan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif melalui sektor pertanian.
“Pertanian adalah sektor strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah. Apa yang kita lakukan hari ini adalah bukti kami menepati janji kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan alat dan teknologi pertanian diharapkan mampu menjawab tantangan perubahan iklim, keterbatasan air, serangan hama, hingga berkurangnya tenaga kerja.
“Harapannya produksi meningkat, beban petani ringan, dan pendapatan bertambah,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Muhammad Lutfi, menjelaskan bantuan bersumber dari APBN dan APBD Tahun Anggaran 2026 sesuai aturan Kementerian Pertanian.
Menurut dia, tujuan utama bantuan ini adalah meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, memperbaiki irigasi, mengatasi kekurangan tenaga kerja, serta mendukung modernisasi pertanian melalui program Modern Advanced Agriculture System (BMAAS).
Kegiatan dihadiri 166 peserta dari 53 kelompok tani, penyuluh, perangkat daerah, serta pemerintah desa dan kecamatan. (adv/ris/mar)










