Progres Sekolah Rakyat Terintegrasi Ngawi Capai 95 Persen, Siap Beroperasi 27 Juli

NGAWI, BANGSAONLINE.com — Pembangunan proyek Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kabupaten Ngawi terus dipacu menyambut bergulirnya tahun ajaran baru 2026/2027. Hingga pertengahan Juli, progres kesiapan fisik dan sistem sekolah telah menyentuh angka 95 persen. Sekolah ini dijadwalkan resmi beroperasi pada Senin, 27 Juli 2026.

Person in Charge (PIC) Sekolah Rakyat Terintegrasi Kementerian Sosial RI, Syam Wuryani, mengungkapkan bahwa seluruh persiapan mulai dari infrastruktur hingga perangkat pendukung operasional sudah hampir selesai. Langkah awal operasional sekolah akan ditandai dengan skrining kesehatan bagi para calon siswa.

“Pada 27 Juli nanti diawali dengan pemeriksaan kesehatan calon siswa. Setelah itu dilanjutkan kegiatan MPLS agar para siswa dapat beradaptasi dan merasa nyaman dengan lingkungan Sekolah Rakyat,” terang Syam.

Sekolah yang berdiri di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi, ini dirancang khusus dengan konsep berasrama (boarding school) untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa mengenyam pendidikan layak.

Berdasarkan hasil penjaringan data sementara, jumlah pendaftar yang masuk telah mencapai 211 anak. Berikut rincian sebaran siswa di setiap jenjang pendidikan:

  • Jenjang SD: 14 siswa
  • Jenjang SMP: 95 siswa
  • Jenjang SMA: 102 siswa

Mengingat target daya tampung keseluruhan mencapai 270 siswa, pihak penyelenggara saat ini masih membuka lowongan untuk 58 kuota siswa lagi yang belum terpenuhi.

Syam menjelaskan, Kementerian Sosial melalui para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) terus bergerak aktif di lapangan untuk melakukan penjangkauan calon siswa (casis) SRT, terutama demi mendongkrak kuota siswa jenjang SD yang saat ini jumlahnya masih minim.

Untuk memastikan program ini tepat sasaran, proses rekrutmen diprioritaskan bagi anak-anak yang masuk dalam kategori rentan secara ekonomi. Secara spesifik, mereka yang keluarganya terdaftar dalam kelompok desil 1 dan desil 2 berdasarkan data terpadu sosial ekonomi nasional (DTSEN).

Melalui kesiapan matang yang kini tinggal menyisakan 5 persen finisihing, pemerintah bersama Kemensos RI optimistis kehadiran Sekolah Rakyat Terintegritas Ngawi mampu menjadi angin segar dalam memutus rantai kemiskinan lewat jalur pendidikan bagi anak-anak prasejahtera. (nal/rev)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: