Ringkasan Berita
- Sebanyak 465 siswa baru SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo mengikuti Fortasi 2026 dengan tema Bersinar (Berkarakter, Santun, Inovatif, Adaptif, Religius) untuk pengenalan lingkungan sekolah dan pembentukan karakter.
- Melalui Bazar Ekstrakurikuler, siswa baru diperkenalkan pada 31 ekskul, termasuk Rekto (robotika), Paduan Suara, Esport, KIR, Jurnalistik, serta ekskul wajib seperti IPM, Hizbul Wathan, dan Tapak Suci sebagai sarana rekrutmen dan motivasi.
- Ekskul Rekto telah menghasilkan karya nyata seperti aplikasi pendeteksi gempa, alat penyiram tanaman otomatis, dan perakitan robot, yang mengajarkan keterampilan coding, mekanikal, elektrikal, hingga public speaking.
- Kegiatan Fortasi bertujuan mengenalkan budaya sekolah agar siswa bisa menyesuaikan diri, dengan 36 siswa mengikuti kelas Boarding School di Smamda Dormitory.
- Mayoritas siswa baru berasal dari luar Sidoarjo, termasuk dari Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, NTB, NTT, dan sejumlah daerah di Jawa Timur, menunjukkan daya tarik sekolah yang luas.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 465 siswa baru SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo mengikuti Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) 2026 yang berlangsung Senin (13/7/2026) hingga Jumat (17/7/2026).
Kegiatan bertema Bersinar (Berkarakter, Santun, Inovatif, Adaptif, Religius) ini menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah sekaligus pembentukan karakter siswa.
Salah satu agenda Fortasi adalah Bazar Ekstrakurikuler yang digelar Rabu (15/7/2026) di lapangan Smamda.
Melalui stan-stan yang menampilkan profil, foto kegiatan, piagam, dan piala, siswa baru diperkenalkan dengan 31 ekstrakurikuler, mulai dari Rekto (robotika dan rekayasa teknologi), Paduan Suara, Esport, KIR, hingga Jurnalistik. Ada pula ekskul wajib seperti IPM, Hizbul Wathan, dan Tapak Suci.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan Smamda Sidoarjo, Arief Hanafi, menyebut bazar ini sebagai sarana rekrutmen anggota baru sekaligus motivasi bagi siswa.
“Ini untuk membentuk virus positif agar siswa baru bisa berprestasi seperti kakak kelasnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Ekskul Rekto, Kenzei Danadyaksa Kasyapi, menuturkan manfaat bergabung di ekskul tersebut, mulai dari belajar coding, mekanikal, elektrikal, hingga public speaking.
“Kami sudah pernah membuat aplikasi pendeteksi gempa, alat penyiraman tanaman otomatis, juga merakit robot,” katanya.
Kepala Smamda Sidoarjo, M. Zainul Arifin, menjelaskan Fortasi bertujuan mengenalkan budaya sekolah agar siswa dapat menyesuaikan diri. Dari 465 siswa baru, 36 di antaranya mengikuti kelas Boarding School di Smamda Dormitory.
Mayoritas siswa berasal dari luar Sidoarjo, termasuk Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, NTB, NTT, dan sejumlah daerah di Jawa Timur. (sta/mar)










