Ringkasan Berita
- Kas daerah (Kasda) Pemerintah Kabupaten Gresik per 30 Juni 2026 tercatat memiliki dana Rp324 miliar yang siap digunakan untuk membiayai program Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
- Realisasi APBD Gresik 2026 semester pertama mencapai 50,20 persen atau Rp1,35 triliun dari total anggaran Rp3,3 triliun, sementara realisasi pendapatan daerah baru 48,44 persen.
- DPRD Gresik mendorong OPD untuk segera merealisasikan belanja, khususnya untuk belanja modal, barang dan jasa, serta hibah, agar program berjalan sesuai rencana dan tidak terjadi sisa anggaran (Silpa).
- Dana di Kasda antara lain dialokasikan untuk proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang serta Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Wakil Ketua DPRD Gresik, Mujid Riduan, menyebut per 30 Juni 2026 kas daerah (kasda) pemerintah daerah setempat menyimpan anggaran Rp324 miliar yang siap digunakan untuk membiayai program Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai APBD 2026.
“Hingga 30 Juni di kasda ada uang Rp324 miliar yang siap dipakai belanja OPD untuk menjalankan program. Hal ini setelah kami mendengarkan penjelasan langsung dari Bapak Sekda (Achmad Washil Mifrahul Rachman) saat rapat evaluasi realisasi APBD semester satu,” ujarnya kepada BANGSAONLINE, Selasa (14/7/2026).
APBD 2026 diproyeksikan sebesar Rp3,3 triliun dengan realisasi hingga 30 Juni mencapai Rp1,35 triliun atau 50,20 persen. Sementara pendapatan daerah dari target Rp1,62 triliun baru terealisasi Rp785,5 miliar atau 48,44 persen.
Rinciannya, pajak daerah terealisasi 50,54 persen, retribusi daerah 39,85 persen, hasil pengelolaan kekayaan daerah 103,50 persen, dan lain-lain pendapatan sah 54,27 persen. Dana transfer terealisasi 54,02 persen.
Mujid menambahkan, sektor belanja modal, barang dan jasa, serta hibah bantuan sosial masih belum mencapai 50 persen. DPRD meminta OPD segera merealisasikan belanja agar program berjalan sesuai rencana.
“Anggaran untuk mendukung program sudah siap. Di kasda per 30 Juni ada uang ready Rp324 miliar,” katanya.
Dana tersebut di antaranya untuk proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), serta Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP). DPRD Gresik berharap, OPD segera menyelesaikan proyek agar tidak terjadi sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) seperti tahun sebelumnya. (hud/mar)










