TUBAN, BANGSAONLINE.com - Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh rekaman video yang memperlihatkan seorang petani di Tuban diangkut menggunakan drone raksasa saat pulang-pergi dari lahan perkebunan. Video unik tersebut viral setelah diunggah oleh akun TikTok @mbahkaruhon.tiktok.com1.
Di balik kehebohan tersebut, sang pemilik akun sekaligus Direktur PT Bina Tani Makmur Jombang, Budianto (47), buka suara. Ia mengungkapkan bahwa video itu sebenarnya hanyalah konten iseng yang direkam di salah satu lahan pertaniannya di kawasan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Pria asal Kabupaten Jombang ini bercerita, sebelum membuat video viral tersebut, ia sebenarnya sudah sering mengunggah konten yang memperlihatkan keunggulan teknologi pertanian di kebunnya. Mulai dari pemanfaatan drone untuk mengangkut pupuk hingga bibit tanaman. Sayangnya, konten-konten tersebut sepi peminat.
Hingga akhirnya, sebuah ide spontan muncul ketika ia melihat para pekerja hendak pulang dari sawah.
“Sebenarnya saya buat konten iseng saja. Eh, coba-coba angkut aku (petani) kuat enggak? Wah, beratmu kan cuma 60 kg sampai 70 kg. Kalau diangkut bisa nyampe sana,” kata Budianto, Selasa (7/7/2026).
Tak disangka, eksperimen iseng tersebut justru meledak di media sosial. Videonya langsung ditonton jutaan kali dan dibagikan ulang oleh ribuan netizen.
“Ternyata penuh komentar di situ. Waduh, kok follower-nya banyak, dan komentarnya, ribuan bahkan dilihat jutaan kali itu, mas,” ujarnya terkejut.
Meski konten tersebut berawal dari keisengan, Budianto menegaskan bahwa sosok yang bergelantungan di bawah drone tersebut bukanlah dirinya.
“Bukan saya yang naik drone, tapi kepala pekerja area, mitra saya,” jelasnya.
Ia juga mengklaim tetap memperhitungkan faktor keamanan di lapangan. Meskipun drone tersebut memiliki daya angkut yang sangat besar, proses pemindahan pekerja dilakukan secara bergantian dan hati-hati.
“Kita mikir keamanan juga kan, Mas. Jadi satu-satu aja. Naik dan menurunkannya juga pelan-pelan,” tambah Budianto.
Ia mengakui bahwa drone tersebut memang tidak dirancang untuk mengangkut manusia. Oleh karena itu, ia tidak memaksakan semua pekerja dan hanya membawa mereka yang bersedia saja.
Pemanfaatan teknologi drone di lahan pertanian Budianto sebenarnya dipicu oleh kondisi geografis yang ekstrem. Lahan perkebunannya berada di kawasan terisolasi dekat pantai dengan medan berlumpur yang belum pernah ditanami sebelumnya.
“Akses jalannya ini enggak bisa (dilalui dengan kendaraan), soalnya enggak ada jalan,” ungkap Budianto.
Karena kendaraan darat biasa tidak bisa menembus medan tersebut, ia dan para mitra taninya memutar otak mencari solusi transportasi logistik yang efisien.
“Jadi solusinya gimana? Masa kita pakai helikopter. Oh, enggak mungkin. Izinnya besar. Pakai apa? Pakai drone aja. Drone pertanian yang kapasitasnya besar,” ucapnya.




