SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia Dr KH Mochamamd Irfan Yusuf (Gus Irfan) menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tak ikut campur soal Muktamar NU. Bahkan Gus Irfan berpesan, jika ada orang yang mengklaim sebagai calon ketua umum PBNU didukung presiden tak usah dipercaya.
“Tidak ada poros istana. Poros Istana itu ndak ada. Presiden Prabowo itu sangat menghormati NU. Beliau tak akan ikut cawe-cawe ini jadi ini, ini jadi itu. Kalau ada yang mengklaim saya didukung presiden, no (tidak benar). Presiden sangat menghormati Nadlatul Ulama. Beliau tidak ingin NU dikotori oleh pihak-pihak luar. Beliau hanya mengharapkan satu, yang terbaik untuk NU. Itu saja,” tegas Gus Irfan kepada para wartawan saat menyambut kedatangan jemaah haji kloter terakhir di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Rabu (1/6/2026).
Cucu pendiri NU Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari itu juga mengatakan bahwa pengurus yang selama ini telah bikin gaduh di Nahdlatul Ulama sebaiknya tahu diri dan tidak lagi menjadi pengurus PBNU di masa mendatang.
“Dan kita tahu semuanya, mereka-mereka yang selama ini telah bikin gaduh di dalam tubuh Nahdlatul Ulama. Sudahlah, ikhlaslah, gak usah lagi bergabung dalam kepengurusan. Cukup membantu dari luar kepengurusan. Berilah kesempatan kepada kiai-kiai lain yang insyallah jauh lebih Ikhlas,” tegas Gus Irfan.
Dengan demikian, kata Gus Irfan, NU akan menjadi organisasi keagamaan, organisasi Islam yang sangat teduh, sangat sejuk, dan lebih baik.
Gus Irfan mengaku telah berkeliling ke berbagai daerah dalam rangka menyambut kedatangan jemaah haji. Ternyata Gus Irfan mendapat banyak laporan tentang berbagai manuver calon ketua umum PBNU. Bahkan mereka melakukan segala cara atau menghalalkan segala cara. Antara lain menjanjikan sesuatu dan ada yang datang ke kepala daerah atau gubernur minta dukungan dan sebagainya.
“Kok harus seperti itu. Kalau umat nahdliyin melihat anda memang layak, tanpa memberi uang pun akan dipilih, tanpa money politics pun akan dipilih,” ujar putra KH Muhammad Yusuf Hasyim itu.
Menurut Gus Irfan, pengurus PBNU sekarang telah jauh meninggalkan nilai-nilai Qonun Asasi yang diwariskan oleh para muassis Nahdlatul Ulama. Terutama Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari.
Bahkan Gus Irfan mengatakan bahwa para pengurus PBNU yang sekarang telah menghalalkan segala cara.
Karena itu Gus Irfan minta mereka instrospeksi.
“Kita minta para petinggi NU berkaca kepada para pendahulu kita, kiai-kiai terdahulu. Di mana mereka semua saling menolak untuk menjadi pengurus karena mereka merasa bahwa itu tanggung jawab yang berat, harus dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat. Tapi kenapa mereka sekarang ini mereka pada berebut. Itu sudah diluar dari Qonun Asasi yang telah daiajarkan oleh Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari,” ujarnya.
“Saya kemarin menghadiri promosi doktor tentang Qonun Asasi. Ternyata diakui bahwa para pemimpin NU sekarang ini sudah jauh dari nilai-nilai Qonun Asasi yang diajarkan para pendiri NU,” ujarnya.
Promosi doktor yang dimaksud adalah promosi Dr Nyai Hj Lelly Lailiyah Novianti, MM, di Universitas Airlangga Surabaya. Nyai Lelly adalah isteri KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Pengasuh Pesantren Tebuireng dan Ketua PWNU Jawa Timur.
Gus Irfan juga beharap Muktamar ke-35 NU berlangsung sejuk dan teduh. Tidak seperti muktamarnya partai politik.
“Dimana saling berebut, saling menolak, saling menjegal, itu bukan muktamarnya NU,” ujar Gus Irfan yang juga berharap Muktamar ke-35 NU tidak diintervensi partai politik.
“Saya ini sebagai bagian dari warga besar nahdliyin, bisa dikatakan sebagai bagian dari keluarga pendiri NU, sangat malu, sangat kecewa, bahkan dalam tanda petik sangat marah,” ujarnya.
Ia berharap mereka segera sadar. “Mudah-mudah mereka ini sadarlah ya,” harapnya.
Menurut Gus Irfan, para kiai sepuh banyak yang prihatin bahkan menangis menyaksikan PBNU yang sekarang.
Karena itu ia berharap generasi muda NU segera menyadari kesalahannya. Menurut Gus Irfan, NU bukan barang warisan untuk diperebutkan.
“Sekali lagi NU bukan barang warisan yang diperebutkan. Tapi amanah yang akan dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat,” tegasnya.
Gus Irfan berharap Muktamar ke-35 NU yang akan berlangsung pada awal Agustus 2026 berlangsung sejuk, sehingga menggambarkan muktamar NU yang sebenarnya.










