Aipda Firman Wahyu Tama, anggota Polres Kediri Kota yang Inspiratif. Foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Di tengah kesibukannya sebagai anggota Polres Kediri Kota, Aipda Firman Wahyu Tama (46) dikenal sebagai sosok polisi inspiratif yang mampu menghadirkan kedekatan Polri dengan masyarakat melalui kegiatan keagamaan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi.
Sejak empat tahun terakhir, ia menggagas majelis pengajian rutin bertajuk Jaringan Ngaji Keluarga atau Ruang Jangkar yang digelar setiap Senin malam di rumahnya. Pengajian ini diasuh oleh Gus Kevin Al Ishaqi dari Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri dan diikuti berbagai kalangan, mulai pelaku usaha, tokoh masyarakat, generasi muda, hingga masyarakat umum.
“Halaqah (pengajian) ini terbuka untuk semua kalangan. Tujuannya bukan hanya memperkuat pemahaman agama, tetapi juga menjadi sarana bertukar pikiran dan membangun kepedulian sosial,” kata Firman saat dikonfirmasi, Selasa (23/6/2026).
Selain pengajian, kegiatan juga diisi forum diskusi santai lewat ngopi bersama yang menjadi wadah masyarakat menyampaikan aspirasi. Peserta berasal dari beragam latar belakang, termasuk anggota perguruan silat, pelaku UMKM, pensiunan TNI, purnawirawan Polri, hingga anak muda.
Firman turut menghadirkan sesi mentoring dengan narasumber dari berbagai bidang. Materi tidak hanya seputar akhlak, tetapi juga pengembangan usaha.
Sejumlah produk binaan UMKM bahkan berhasil menembus pasar ekspor, seperti makanan olahan, furnitur, minyak kelapa, dan arang briket.
“Kegiatan tersebut sekaligus memberikan pendampingan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Harapannya, masyarakat tidak hanya mendapatkan penguatan spiritual, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkembang secara ekonomi,” ucap Firman.
Pengajian juga menghadirkan tokoh agama untuk memberikan tausiyah, memperkuat nilai moderasi, persatuan, dan semangat gotong royong. Firman berharap kegiatan ini menjadi wadah inklusif yang mempererat hubungan masyarakat dengan Polri.
“Dengan pendekatan yang humanis dan kolaboratif, kegiatan itu diharapkan mampu mempererat hubungan antara masyarakat dan Polri sekaligus mendorong tumbuhnya kemandirian sosial maupun ekonomi warga,” paparnya.
Firman yang akan naik pangkat menjadi Aiptu pada 1 Juli 2026 dikenal sebagai mentor bagi banyak pelaku UMKM, pengamen, dan anak jalanan di Kediri. Lewat bimbingannya, banyak dari mereka bertransformasi menjadi pengusaha sukses. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




