Merindukan Pejabat Merdeka

Merindukan Pejabat Merdeka Firman Syah Ali. Foto: dok. pribadi

ORANG BAIKPUN JADI JAHAT

Orang baik laksana wali sekalipun, kalau sudah tersandera dalam jabatannya, otomatis menjadi jahat, karena yang dia tandatangani jahat semua. Bisajadi dia tantadatangan berkas sambil menangis, tapi begitu dokumen itu ditandatanganinya maka langsung lahir kezaliman massal yang merugikan orang lain, bahkan bukan hanya satu dua orang, dan bukan hanya satu dua generasi. Malaikatpun bisa berubah jadi Iblis, kata Mahfud MD.

Suasana birokrasi beracun seperti ini diungkap juga oleh Philip Zambardo dalam buku "The Lucifer Effect: Understanding How Good People Turn Evil" pada tahun 2007. Dia membuktikan bahwa "Pejabat Merdeka" akan sulit lahir jika sistem/birokrasi beracun. Sistem yang korup akan mengubah orang baik menjadi jahat.

Meminjam istilah Nietzche, pejabat tersebut tidak memiliki kehendak bebas untuk menjadi ubermensch, dia tidak mampu melampaui moralitas kawanan, karena dia sedang menjadi budak dari rahasia-rahasianya sendiri.

HANYA ADA SATU JALAN KELUAR

Permasalahan ini hanya mempunyai satu jalan keluar, yaitu keberanian sang pejabat untuk memilih menjadi "Pejabat Merdeka". Hanya pejabat yang bersih dari masa lalu, yang memiliki kehendak bebas (Wille zur Macht) untuk mendefinisikan integritasnya sendiri, yang mampu berdiri tegak dan mendobrak lingkaran setan penyanderaan. Memang berat dan penuh risiko, namun inilah satu-satunya jalan untuk mengubah kerinduan menjadi realitas, melahirkan pejabat yang tidak lagi takut pada ancaman bawahannya, tidak takut pada mesin birokrasinya, melainkan hanya tunduk pada sumpah jabatan dan nurani rakyat. 

Resiko?

Nama lain kepemimpinan adalah keberanian ambil resiko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO