KSPSI AGN Kirim Delegasi ke Sidang ILO Jenewa, Soroti Nasib Buruh Migran di Tengah Krisis Global

Pria yang akrab disapa Willy itu mengatakan, krisis yang terjadi di kawasan Timur Tengah memberikan dampak langsung terhadap pekerja migran di negara-negara Teluk, pelaut yang beroperasi di Selat Hormuz, hingga buruh pertanian di Lebanon Selatan.

Menurutnya, berdasarkan proyeksi ILO, gejolak harga minyak yang berlangsung dalam jangka panjang berpotensi menghilangkan sekitar 14 juta jam kerja penuh waktu pada tahun ini.

"Tugas KSPSI AGN di komite ini memastikan negara anggota tetap akuntabel, standar ILO tidak diturunkan, dan pekerja di sektor krisis tetap dapat perlindungan dasar. KSPSI AGN mendorong pemerintah Indonesia aktif menyampaikan praktik baik perlindungan pekerja migran Indonesia di forum ini," terang Willy.

Dalam salah satu forum panel, William Yani Wea juga menyampaikan pandangannya terkait kondisi di Myanmar, khususnya mengenai perlakuan terhadap pengurus serikat pekerja dan komunitas Rohingya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: