Cucu Nurparid
"Kami alhamdulillah ada di Pos 3 MCR bawah, kalau kita lihat jemaahnya itu jemaah kebanyakan dari maktab VVIP, salah satunya rombongan dari Timwas DPR rombongannya amirulhaj, rombongannya undangan-undangan dilaksanakan di MCR bawah ini," tuturnya.
Cucu menjelaskan, kepadatan jemaah paling tinggi terjadi pada Rabu (27/5/2026), terutama mulai pukul 11.30 waktu setempat hingga lewat tengah malam. Meski demikian, kondisi tersebut dapat terurai berkat ketertiban jemaah dan pengaturan petugas.
Pantauan di lokasi sejak Rabu hingga Jumat menunjukkan ribuan jemaah memadati jalur dan terowongan menuju kompleks Jamarat. Jemaah berjalan beriringan sejak pagi hingga malam untuk melaksanakan lontar jumrah.
Lempar jumrah merupakan salah satu rangkaian wajib haji yang dilaksanakan selama di Mina. Dalam prosesi tersebut, jemaah melempar batu kerikil ke tiga titik jumrah sebagai simbol perlawanan terhadap godaan setan.
Kepadatan arus jemaah terlihat di sejumlah akses menuju Jamarat. Namun secara umum, pelaksanaan ibadah tetap berjalan lancar berkat pengaturan arus oleh petugas keamanan dan otoritas Arab Saudi.
Petugas kesehatan juga disiagakan di sepanjang jalur menuju Jamarat untuk memberikan penanganan medis bagi jemaah yang mengalami kelelahan setelah berjalan kaki sejauh sekitar 15 kilometer.
Cuaca panas dan tingginya aktivitas fisik menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah selama menjalankan lontar jumrah.
Karena itu, petugas terus mengimbau jemaah menjaga kondisi tubuh, memperbanyak konsumsi air putih, dan tidak memaksakan diri apabila kondisi fisik menurun. (msn/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




