Suami Ning Inayah Wahid Ternyata Alumnus Pesantren Tebuireng

Suami Ning Inayah Wahid Ternyata Alumnus Pesantren Tebuireng Ning Inayah Wulandari Wahid dan KH Muhammad Shalahuddin A. Warits alias Lora Mamak di kursi pengantin. Foto: istimewa

tetap tak mau menjawab. Sembari tertawa mengatakan bahwa ia sempat ditanya wartawan tapi ia tetap tak mau jawab.

adalah pengasuh Pondok Pesantren An-Nuqoyah Guluk-Guluk Sumenep Madura. Pesantren An-Nuqoyah memiliki ribuan santri dan banyak yang menjadi penulis. Termasuk juga aktif menulis di media massa.

“Saya dulu juga penulis di HARIAN BANGSA,” ujar kemudian.

Di Madura – terutama di Sumenep – adalah orang terpandang. Ia putra KH A Warits Ilyas, kiai kharismatik yang cukup lama memimpin Pondok Pesantren An-Nuqoyyah Sumenep.

juga dikenal sebagai Lora atau Gus (bahasa Jawa) yang banyak membahas tentang fiqh lingkungan. 

Riwayat pendidikan juga mentereng. Setelah tamat Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Annuqoyyah Sumenep, melanjutkan ke Pesantren Tebuireng. Ia masuk Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK).

Tamat dari Madrasah Aliyah Tebuireng melanjutkan ke Universitas Al Azhar di Kairo Mesir dengan bidang studi bahasa Arab. Ia lalu melanjutkan ke IAIN Sunan Ampel Surabaya.

menempuh S2 di Univesitas Indonesia (UI). Ia kemudian melanjutkan ke S3 sekaligus meraih doktor di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Seperti diberitakan BANGSAONLINE, Ikapete menggelar acara Halal Bihalal di Pesantren Tebuireng. Acara yang digelar di halaman Pesantren Tebuireng pada Sabtu (18/4/2026) itu dihadiri para alumni dari berbagai penjuru Indonesia. Bahkan juga luar negeri.

Banyak diantara para alumni yang sudah menjadi tokoh seperti ulama, DPR, wartawan, bupati, cendekiawan, pengacara, sineas, pengusaha, pengasuh pesantren, ketua ormas – terutama NU – dan lainnya.

Acara tahunan yang digelar pada Sabtu terakhir bulan Syawal itu selain dihadiri Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) juga dihadiri Menteri Haji dan Umrah Dr KH Mochammad Irfan Yusuf (Gus Irfan).

Tampak juga KH Abdul Hadi Yusuf Masyhar, Pengasuh Pesantren Madrasatul Quran Tebuireng dan Dr KH Ahmad Musta’in Syafii, Ketua Dewan Masyayikh Tebuireng dan pakar tafsir yang juga pengasuh rubrik Tafsir Al Quran Aktual di HARIAN BANGSA.

Gus Irfan hadir dalam kapasitas sebagai Ketua Pembina Yayasan KH Hasyim Asy’ari yang membawahi seluruh unit pendidikan di Pesantren Tebuireng.

“Menteri tak boleh terima amplop,” kata Gus Irfan saat menyampaikan sambutan. Para kiai dan alumni Pesantren Tebuireng yang memenuhi halaman pesantren dan masjid langsung tertawa.Alat Tulis Kantor

“Ini yang seneng panitia,” tambah Gus Irfan sembari tertawa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Semua Agama Sama? Ini Kata Gus Dur':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO