Menhaj Gus Irfan ketika menyambut para jamaah kloter pertama di Pondok Gede, Jakarta Timur. Foto: MCH 2026
“Kita sudah siapkan mekanisme pengganti atau jamaah cadangan untuk mengisi kursi kosong, baik karena faktor kesehatan, pembatalan, maupun kondisi darurat lainnya. Ini bagian dari upaya kita menjaga optimalisasi kuota,” paparnya.
Ia pun berharap seluruh proses keberangkatan berjalan lancar serta jamaah dapat beribadah dengan khusyuk.
“Harapan kita tentu keberangkatan berjalan lancar, jamaah sehat, dan dapat beribadah dengan khusyuk. Semoga seluruh jamaah kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur,” sambungnya.
Menhaj menambahkan, koordinasi intensif telah dilakukan bersama Kementerian Haji dan Umrah, Imigrasi, Kepolisian, serta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk memastikan kelancaran proses pemberangkatan.
Di sisi lain, tim PPIH di Madinah juga disiagakan menyambut kedatangan rombongan gelombang pertama. Menhaj Gus Irfan mengimbau jamaah untuk disiplin dan mengikuti arahan petugas.
“Saya mengimbau kepada seluruh jamaah untuk menjaga kesehatan, mematuhi arahan pimpinan regu, rombongan, dan kloter, serta segera berkoordinasi dengan petugas apabila menghadapi kendala,” pungkasnya. (msn/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




