Tanggapan KAMMI soal Kritik Ketua BEM UGM: Jangan Jadi Alat Delegitimasi MBG

“Selama satu dekade terakhir, pembangunan banyak bertumpu pada infrastruktur fisik. Kini negara mulai menggeser fokus pada penguatan kualitas manusia dan sektor produksi rakyat. MBG adalah lokomotif perubahan itu. Kalau sebelumnya pembangunan berfokus pada beton dan aspal, kini negara mulai menggerakkan beras, telur, dan sayur dari desa. Ini perubahan paradigma pembangunan,” papar Wira.

Program MBG, lanjut Wira, menciptakan permintaan tetap terhadap hasil pertanian, peternakan, dan produk pangan lokal. Kebutuhan beras, telur, sayur, dan protein hewani dalam skala nasional akan menghidupkan rantai pasok ekonomi hingga ke desa-desa.

“Ketika jutaan anak menerima asupan bergizi setiap hari, maka petani memiliki pasar yang pasti, peternak memiliki pembeli tetap, dan UMKM pangan bergerak. Ini bukan sekadar konsumsi, ini adalah stimulus ekonomi produktif yang memperkuat ekonomi desa,” jelasnya.

Wira juga menanggapi narasi bahwa MBG menggeser prioritas anggaran pendidikan. Menurutnya, gizi dan pendidikan bukanlah dua hal yang saling meniadakan.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: