Sidak Pasar Menjelang Ramadhan. Foto: Hms
Sementara itu, untuk komoditas beras, terjadi penyesuaian harga pada kategori premium sekitar Rp1.000 per kilogram. Pergerakan harga ini dipengaruhi oleh sulitnya bahan baku di tingkat distributor. Namun secara keseluruhan, fluktuasi harga masih dinilai wajar dan belum menunjukkan lonjakan signifikan.
Pemkot Surabaya memastikan pemantauan harga dan stok pangan akan terus dilakukan secara rutin hingga menjelang Idulfitri. Jika ditemukan gejolak harga atau potensi kelangkaan, pemerintah akan mengintensifkan pasar murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai wilayah.
“Nanti akan ada pasar murah hampir setiap hari di kelurahan, dan GPM akan ditingkatkan hingga dua sampai tiga kali dalam sebulan. Bahkan kami siapkan pasar murah serentak di seluruh kelurahan se-Surabaya,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa apabila ditemukan pelanggaran, seperti barang tidak layak jual atau distribusi yang tidak sesuai, Pemkot Surabaya akan memberikan teguran kepada pelaku usaha agar segera melakukan perbaikan melalui distributor.
Di sisi lain, Pemkot Surabaya mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak melakukan penimbunan bahan pokok. Jika terjadi lonjakan harga pada komoditas tertentu, masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan pola konsumsi sementara waktu.
“Berdasarkan hasil pengawasan bersama Satgas Pangan Polrestabes Surabaya, hingga saat ini belum ditemukan praktik penimbunan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, karena ketersediaan pangan di Surabaya insyaallah mencukupi,” ujarnya.
Saat ini, indeks ketersediaan pangan di Kota Surabaya tercatat berada di angka 6,8, yang menunjukkan kondisi relatif aman dan stabil dalam menghadapi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.
“Ketersediaan pangan di Surabaya dipastikan mencukupi, bahkan indeks ketersediaan pangan saat ini berada di angka 6,8, yang menunjukkan kondisi relatif aman dan stabil,” pungkasnya. (ari)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




