PT BKMS menyerahkan paket peralatan kerja sebagai stimulus wirausaha agar peserta dapat mempraktikkan langsung ilmu yang diperoleh. foto: ist.
Menurut dia, konsep link and match antara dunia pendidikan dan industri melalui pelatihan kompetensi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja.
"Pelatihan ini membekali peserta dengan kompetensi berstandar nasional BNSP serta peralatan kerja sebagai stimulus. Pesertanya beragam, dari usia SMP hingga 50 tahun, sehingga bisa terlibat langsung dalam rantai pasok industri," ungkapnya.
Sementara itu, Direktur HR & Logistik PT BKMS, Agung P. Guritno menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen CSR perusahaan untuk mendorong peluang kerja dan kemandirian ekonomi warga sekitar KEK JIIPE.
Ia mengapresiasi partisipasi masyarakat, pemerintah desa, dan sekolah yang terlibat.
"Ini merupakan bagian dari komitmen CSR kami untuk mendorong peluang kerja dan kemandirian ekonomi bagi warga sekitar kawasan jiipe. Bantuan paket alat jahit dan penunjang teknisi AC ini kami harapkan dapat meningkatkan pemberdayaan serta kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.
Ia juga mengundang para tenant di kawasan KEK untuk berkolaborasi dalam program lanjutan, termasuk pengembangan jenis pelatihan baru yang relevan dengan kebutuhan pasar.
"Ke depan pelatihan bisa dikembangkan ke bidang lain seperti e-commerce dan pemasaran digital, agar ekonomi desa semakin produktif. Harapannya mampu membuka peluang usaha mandiri, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat ekonomi masyarakat di sekitar KEK Gresik," pungkasnya. (hud/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




