Pemprov Jatim Perkuat Posyandu, Stunting Kota Pasuruan Ditargetkan Turun di Bawah 5 Persen

“Posyandu bukan hanya tempat pelayanan kesehatan balita, tetapi juga penggerak sosial dalam edukasi keluarga serta pendamping bagi orang tua dalam memonitor tumbuh kembang anak,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, posyandu, dan keluarga. 

Ia menjelaskan, Kota Pasuruan telah menjalankan berbagai intervensi spesifik, termasuk penguatan gizi balita melalui program makanan tambahan.

“Pemberian makanan tambahan hari ini menjadi bagian dari upaya intervensi spesifik. Tetapi yang paling penting adalah perhatian orang tua terhadap tumbuh kembang anak. Jika ada indikasi perkembangan anak tidak sesuai usia, jangan malu untuk berkonsultasi. Jika dibiarkan, anak bisa terus mengalami stunting,” paparnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: