āCapaian ini ditopang oleh ekspor nonmigas utamanya golongan perhiasan atau permata masih menjadi komoditas unggulan,ā kata ucap Khofifah.
Swiss menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Jatim dengan nilai US$4,08 miliar, didominasi perhiasan/permata, kendaraan dan bagiannya, serta perkakas bukan logam mulia. Pangsa ekspor berikutnya adalah Tiongkok sebesar 13,03 persen (US$3,23 miliar) dan Amerika Serikat 12,33 persen (US$3,06 miliar).
Kinerja ekspor yang menguat memberikan dampak positif terhadap perekonomian Jawa Timur. Pertumbuhan ekonomi Jatim pada Triwulan III-2025 mencapai 5,22 persen (y-on-y), lebih tinggi dibanding nasional 5,04 persen. Jatim juga mencatat pertumbuhan triwulanan (q-to-q) tertinggi di Pulau Jawa sebesar 1,70 persen.
Sementara inflasi November 2025 tercatat 2,63 persen (y-on-y), terkendali dalam kisaran normal 2,5 persen ±1. Hal ini menunjukkan daya beli masyarakat terjaga dan harga jual produksi tetap menguntungkan.










