Dihadiri Presiden, Bank Indonesia Anugerahi Penghargaan Kiai Asep Tokoh Penggerak Ekonomi Pesantren

Dihadiri Presiden, Bank Indonesia Anugerahi Penghargaan Kiai Asep Tokoh Penggerak Ekonomi Pesantren Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, saat menyampaikan testimoni dalam acara Pertemuan Tahunan 2025 yang digelar Bank Indonesia Provinsi Jawa di Hotel Double Tree Jalan Tunjungan Surabaya, Jumat (28/11/2025) malam. Foto: MMA/bangsaonline

JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Bank Indonesia (BI) menganugerahi penghargaan Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, sebagai tokoh penggerak ekonomi pesantren. Pengumuman penghargaan itu disampaikan dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025 yang dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Kantor Pusat Bank Indonesia Jakarta, Jumat (28/11/2025) malam.

Acara itu juga dihadiri Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri Koordinator bidang Keuangan Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan para menteri lainnya.

Juga hadir Gubernur Bank Indonesia Perry Warjoyo, para gubernur dari berbagai provinsi dan duta besar negara sahabat: Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Republik Rakyat Tiongkok, Brunei Darussalam, Kamboja, dan Thailand.

Acara tahunan yang mengusung tema Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan itu diikuti seluruh Bank Indonesia di seluruh provinsi secara daring. Kiai Asep sendiri hadir dalam acara pertemuan tahunan yang digelar Bank Indonesia Provinsi Jawa di Hotel Double Tree Jalan Tunjungan Surabaya.

Dalam acara yang digelar Bank Indonesia Jawa Timur itu hadir Kepala Biro Perekonomian Pemprov Jatim, Aftabuddin, mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Juga Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Ibrahim dan beberapa kepala daerah atau utusan se-Jawa Timur, disamping para tokoh yang mendapat penghargaan tingkat lokal.

Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, didampingi Syaikh Ahmad Muhammad Mabruk asal Mesir saat menghadiri acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025 yang digelar Bank Indonesia Provinsi Jawa di Hotel Double Tree Jalan Tunjungan Surabaya, Jumat (28/11/2025) malam. Foto: MMA/bangsaonline.

Pantauan BANGSAONLINE di lokasi, ketika nama Kiai Asep Saifuddin Chalim disebut di Jakarta ia disorot kamera. Wajahnya muncul dalam deretan tokoh yang dapat penghargaan secara nasional di Jakarta.

Ketika menyampaikan testimoni, Kiai Asep menceritakan sejarah singkat Pesantren Amanatul Ummah yang didirikan di Pacet Mojokerto pada 2006. Menurut dia, semula lahan yang ditempati Pondok Pesantren Amanatul Ummah adalah hutan. Tapi dalam waktu singkat hutan itu berubah menjadi semacam kota kecil yang ramai.

Para santri yang semula hanya 48 orang juga menjadi puluhan ribu. Mereka datang dari berbagai daerah Indonesia. Bahkan banyak santri Amanatul Ummah yang secara akademik berprestasi, baik secara nasional maupun internasional.

Pada tahun ajaran 2024-2025 sebanyak 1.269 santri Amanatul Ummah diterima di perguruan tinggi negeri dan luar negeri. “65 santri diterima di Kedokteran di Jerman, di Tiongkok, di Unhan,” ujar putra pahlawan nasional, KH Abdul Chalim itu, beberapa santrinya.

Menurut Kiai Asep, santri Amanatul Ummah yang diterima di Universitas Pertahanan (Unhan) sebanyak 10 orang. “Diterima di Kedokteran Unhan 6 orang,” ungkap Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.

Kiai Asep menjelaskan bahwa di Mojokerto ada 20 sekolah SMA Negeri. Tapi seandainya 20 SMAN itu dijadikan satu, kualitas outputnya masih lebih baik satu Madrasah Aliyah Amanatul Ummah.

Menurut Kiai Asep, Bupati Mojokerto tak marah atau tersinggung, meski Kiai Asep mengatakan seperti itu.

“Bupatinya hanya senyum-senyum karena bupatinya anak saya,” ujar Kiai Asep yang disambut tawa undangan.

Kiai Asep memang pantas mendapat penghargaan berskala nasional. Karena Kiai Asep selain sukses memimpin pesantren dan mengantar para santrinya mencapai prestasi akademik nasional dan internasional juga memiliki perguruan tinggi berorientasi global atau internasional. Yaitu Universitas KH Abdul Chalim (UAC) di Pacet Mojokerto.

“Sekarang sudah meloloskan S3,” tutur Kiai Asep yang istiqamah mendoakan umat Islam dan bangsa Indonesia, termasuk Presiden Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra dan Bupati Serang Ratu Rochmatuzakiyah. 

Kiai Asep juga banyak memberdayakan masyarakat ekonomi lemah, terutama di lingkungan pesantren yang dipimpinnya. Sebanyak 850 kepala keluarga diberi pekerjaan mencuci pakaian puluhan ribu santri Amanatul Ummah. Otomatis perekonomian di sekitar pesantren terdongkrak naik.

Selain itu Kiai Asep selalu memberi contoh membiasakan sedekah. Tiap hari Kiai Asep bersedakah puluhan juta bahkan ratusan juta. Tiap bulan suci Ramadan Kiai Asep juga membagikan uang, sarung dan beras, sekitar Rp 8 miliar, termasuk zakat malnya.

Kiai Asep kemudian menutup acara itu dengan doa, sesuai permintaan pembawa acara. Dalam doanya, Kiai Asep memohon kepada Allah agar kita semua berada dalam kasih saying Allah dan semua upaya dan niaga kita – termasuk Bank Indonesia - diberi kelancaran serta terhindar dari kerugian. Usai mimpin doa, Kiai Asep foto bersama dengan seluruh undangan, termasuk para pejabat BI Jawa Timur dan Pemprov Jawa Timur.