Pengasuh Majelis Ta’lim Ibadallah di Tarokan, Kabupaten Kediri, Muhammad Ilham Yahya Al-Maliki atau Gus Ilham, saat menyampaikan klarifikasi ke awak media.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pengasuh Majelis Ta’lim Ibadallah di Tarokan, Kabupaten Kediri, Muhammad Ilham Yahya Al-Maliki atau Gus Ilham, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka setelah video dirinya mencium pipi anak perempuan di atas panggung saat ceramah viral di media sosial.
Aksi tersebut menuai beragam reaksi dari netizen, banyak di antaranya menyayangkan tindakan yang dianggap tidak pantas dilakukan oleh seorang penceramah.
BACA JUGA:
- BPJS Kesehatan Gandeng Kejari Kota Kediri Tingkatkan Kepatuhan Badan Usaha Peserta JKN
- Ada Car Free Night di Kota, Penumpang KA Diminta Antisipasi Perubahan Akses ke Stasiun Kediri
- Ponpes Al-Falah Ploso Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026
- Bayi Perempuan yang Diduga Dibuang di Ngasem Kediri Diserahkan ke Dinsos, Polisi Buru Orang Tua
Menanggapi kecaman publik, Gus Ilham menyampaikan klarifikasi dan mengakui bahwa kejadian tersebut merupakan kekhilafan pribadi.
“Dengan penuh kerendahan hati, saya secara pribadi memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas beredarnya video yang menimbulkan kegaduhan. Saya mengakui bahwa hal tersebut merupakan kekhilafan dan kesalahan saya pribadi,” ujarnya kepada awak media, Selasa (11/11/2025).
Ia menjelaskan, video tersebut merupakan dokumentasi lama dan telah dihapus dari seluruh media sosial resmi Majelis Ta’lim Ibadallah. Anak-anak yang terlihat dalam video disebut sebagai peserta rutin pengajian yang berada di bawah pengawasan orang tua masing-masing.
“Saya bertekad untuk menyampaikan dakwah dengan cara yang lebih bijak, sesuai dengan norma agama, etika, dan budaya bangsa, serta menjunjung tinggi akhlakul karimah,” kata Gus Ilham.
Ia berharap masyarakat dapat mengambil hikmah dari kejadian ini dan bersama-sama menjaga ketenangan serta memperkuat nilai persaudaraan. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




