“Maju tidak hanya dalam pembangunan fisik dan ekonomi, akan tetapi dalam pelestarian dan pengembangan budaya yang menjadi akar kita,” imbuhnya.
Pemilihan Monumen Arek Lancor sebagai lokasi acara juga memiliki makna filosofis. Menurut Kholilurrahman, monumen tersebut menggambarkan keberanian dan semangat masyarakat Madura yang tak pernah padam.
“Kenapa kita memilih Arek Lancor dalam perhelatan akbar ini? Karena inilah kita diingatkan akan filosofi leluhur, monumen ini dengan perpaduan celurit dan kobaran api menunjukkan keberanian dan semangat yang tak pernah padam masyarakat Madura dalam menghadapi tantangan,” paparnya.











