Ia menambahkan, Pemprov Jatim akan mendorong pelajar SMA/SMK dan Madrasah Aliyah untuk aktif mendonorkan darah melalui Palang Merah Remaja (PMR). Menurut dia, langkah ini penting untuk menumbuhkan rasa kemanusiaan dan kesetiakawanan sosial sejak dini.
Khofifah juga menyoroti rendahnya persentase pendonor darah sukarela di Jawa Timur, yang saat ini baru mencapai 2-3 persen dari total penduduk potensial. Padahal, standar ideal minimalnya adalah 4 persen.
BACA JUGA:Gubernur Khofifah Pastikan Pasokan Biosolar di Malang Aman, Pertamina Tambah Distribusi BBM
“Insya Allah setelah ini kita akan melakukan pemetaan plan of action bagaimana memaksimalkan SMA/SMK dan Aliyah melalui PMR supaya target 4 persen terpenuhi,” tuturnya.











