Gubernur Khofifah saat meninjau evakuasi yang dilakukan petugas terhadap robohnya salah satu bangunan di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah bersama jajaran pejabat meninjau langsung proses evakuasi terakhir, dan pembersihan material bangunan mushola yang runtuh di Pondok Pesantren Al Khoziny, Senin (6/10/2025).
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan seluruh tahapan penanganan bencana berjalan cepat, aman, dan terkoordinasi antara tim SAR, BNPB, BPBD, TNI/Polri, relawan, serta pihak pesantren. Khofifah turut mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam proses evakuasi.
BACA JUGA:
- Jawa Timur Jadi Produsen Padi Terbesar Nasional 2026
- Gubernur Khofifah Lantik 65 Kepala Sekolah, Minta Prestasi Pendidikan Jatim Terus Ditingkatkan
- Jawa Timur Pertahankan Prestasi Tertinggi SNBP dan SNBT 2026
- Sambut Kepulangan Kloter Pertama Jemaah Haji dari Jawa Timur, Khofifah Apresiasi Layanan Imigrasi
“Kami menyampaikan terima kasih kepada tim Basarnas, BNPB, BPBD, TNI-Polri, relawan, dan seluruh elemen masyarakat yang sejak awal telah sigap melakukan evakuasi di zona terdampak. Alhamdulillah, progresnya signifikan dan kini kita memasuki tahapan akhir,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemprov Jatim akan terus mendampingi hingga seluruh korban teridentifikasi dengan aman dan tuntas. Khofifah juga menyampaikan bahwa mulai Selasa (7/10/2025), operasi SAR resmi ditutup karena proses pencarian dan penyelamatan telah selesai.
“Per hari Selasa ini fokus penanganan di RS Bhayangkara Polda Jatim bersama Tim DVI,” tuturnya.
Gubernur juga menekankan pentingnya pendampingan psikologis dan spiritual bagi para santri.
“Pendampingan psikologis dan spiritual sangat penting agar para santri bisa pulih dari trauma. Ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat,” imbuhnya.
Di akhir kunjungan, Khofifah menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban. Semoga almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Basarnas, Marsdya TNI Mohammad Syafii, menyebut tim SAR gabungan akan terus bekerja hingga seluruh korban ditemukan.
“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan semua korban bisa ditemukan secepat mungkin. Proses pencarian dilakukan secara hati-hati karena kondisi reruntuhan yang masih labil,” ucapnya.

Khofifah Dampingi Keluarga Korban di RS Bhayangkara
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




