Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat menerima piagam rekor MURI.
"Terima kasih kepada semua pihak yang telah menuliskan pikiran-pikiran terbaiknya. Secara kualitatif, karya ini insyaallah akan menjadi penerang dan penyemai kecerdasan bagi dunia," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyebut kegiatan ini sebagai bukti konkret bahwa pendidikan adalah proses yang hidup, bukan hanya di dalam kelas, melainkan juga dalam ruang kreativitas dan ekspresi.
"Pendidikan harus memberi ruang bagi kreativitas, inovasi, dan pengembangan diri. Melalui pameran dan bedah buku ini, kita ingin menunjukkan bahwa insan pendidikan Jawa Timur mampu berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia," ujar Aries.
Ia menambahkan, peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas jenjang dan wilayah pendidikan.
"Semoga kegiatan ini menumbuhkan semangat berkarya dan menjadi inspirasi bagi pendidik maupun peserta didik untuk terus menghadirkan inovasi demi kemajuan pendidikan kita bersama," tegasnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, pameran ini bukan hanya menampilkan karya, tetapi juga menjadi ruang pertemuan ide, forum literasi, dan lokakarya yang memperkaya pengalaman belajar bagi pengunjung.
Dengan semangat literasi dan inovasi yang membara, Pameran dan Bedah Buku Insan Pendidikan Jawa Timur diharapkan menjadi agenda tahunan. Sebuah ruang perjumpaan gagasan yang akan terus menegaskan bahwa Jawa Timur bukan hanya gudang ilmu, tetapi juga mercusuar pencerahan bagi Indonesia dan dunia. (dev/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




