PKB Gelar Baca Kitab Kuning Fiqih Siyasah: Santri Diharap Warisi Ideologi Politik Berbasis Turos

Pengasuh Ponpes Baitul Kilmah sekaligus penggagas acara, KH Aguk Irawan, menyebut kitab kuning menyimpan khazanah keilmuan klasik yang relevan untuk membangun kesadaran politik santri.

Menurut Aguk, tradisi pesantren yang terbiasa dengan kritik teks dan pembacaan kontekstual bisa menjadi fondasi keterlibatan aktif santri dalam percaturan politik kebangsaan.

“Namun keterlibatan santri seringkali pasif atau simbolik, hanya saat Pilpres atau Pilkada. Padahal sejarah mencatat ulama dan santri pernah jadi penggerak utama perubahan sosial-politik,” katanya.

Kompetisi ini menempatkan4 kitab-kitab klasik seperti Ahkam al-Sulthaniyyah (al-Mawardi), Ghiyatsul Umam (al-Juwaini), al-Tibr al-Masbuk (al-Ghazali), Siyasah al-Syar’iyyah (Ibn Taymiyyah), dan al-Ahkam fi Usul al-Ahkam (Ibn Hazm) sebagai materi lomba. Topik yang diangkat meliputi konsep imamah, relasi agama dan negara, prinsip keadilan, partisipasi politik, hingga peran ulama dalam kekuasaan.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: